Pengelola ikan teri merugi akibat faktor alam

id IKAN teri, pulau pasaran

Pengelola IKAN teri di Pulau Pasar memanfaatkan kondisi alam untuk pengeringan. (Antara lampung/damiri)

Faktor cuaca menjadikan kendala bagi kami sebagai pengolala ikan. Karena selama ini kami menjemur ikan menggunakan alam atau sinar matahari langsung bukan oven, kaya Yadi
Bandarlampung (Antaranews Lampung) - Sejumlah pengelola ikan teri di Pulau Pasaran,  Kota Bandarlampung, mengaku rugi lantaran disebabkan faktor cuaca yang tidak mendukung dalam beberapa hari ini.

"Faktor cuaca menjadikan kendala bagi kami sebagai pengolala ikan. Karena selama ini kami menjemur ikan menggunakan alam atau sinar matahari langsung bukan oven," kata Yadi, salah satu pengelola ikan teri, di Pulau Pasaran, Kamis.

Dia mengatakan, jika faktor alam tidak mendukung seperti terjadinya hujan maka dirinya bersama yang lainnya tidak melakukan penjemuran bahkan tidak adanya pemasukan dari hasil menjual  ikan teri.

"Seharian kami bisa tidak ada ikan teri kering. Bahkan, ikan bisa saja rusak karena jika sehari saja tidak dijemur maka ikan akan berubah warna menjadi kuning," ucapnya.

Meskipun dalam keadaan berubah warna, menurutnya ikan tetap layak dimakan dan dijual di pasaran. Hanya saja, harga dari ikan yang telah berubah warna berubah turun drastis dari ikan yang benar-benar segar. Ikan yang telah berubah warna dijual seharga Rp15 ribu dari harga normal sebesar Rp40 ribu.

"Jadi faktor alam saat ini benar-benar mempengaruhi harga jual, karena faktornya bisa mengalami kerugian lantaran ikan berubah warna dan juga kurangya peminat. Tapi kalau kondisi panas, biasanya kami langsung jemur ikan yang dalam kondisi telah direbus," jelasnya.

Hal yang sama dikatakan pengelola ikan lainnya salah satunya Agus. Dia mengaku telah dua hari tidak menjemur ikan teri di pelataran rumahnya disebabkan sering turunnya hujan.

"Kita biasa menjemur ikan sih, kalau tidak ada yang dijemur ya kami tidak ada aktivitas. Kami bukan nelayan, kami hanya membeli ikan teri dari nelayan melalui bagan yang berada di tengah laut" katanya. 
Pewarta :
Editor: Samino Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar