Dokter muda susuri kampung untuk beri pelayanan kesehatan

id Susur Kampung PMI,Pelayanan Kesehatan PMI,PMI Solo

Dokter muda susuri kampung untuk beri pelayanan kesehatan

Seorang dokter muda relawan PMI Kota Solo dari Universitas Sebelas Maret, Solo memberikan pelayanan kesehatan kepada warga dalam kegiatan susur kampung. (ANTARA/HO PMI Kota Solo)

Solo, Jawa Tengah (ANTARA) - Palang Merah Indonesia (PMI) mengerahkan dokter-dokter muda dari Universitas Sebelas Maret Solo untuk memberikan pelayanan kesehatan gratis ke warga perkampungan dalam kegiatan susur kampung.

Sekretaris PMI Kota Solo Sumartono Hadinoto melalui sambungan telepon, Sabtu, menjelaskan bahwa kegiatan susur kampung untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada warga itu rutin dilakukan setiap pekan.

"Untuk memberikan pengalaman baru bagi dokter-dokter muda dengan terjun langsung ke masyarakat memberikan pelayanan kesehatan," katanya.

Sasaran kegiatan pelayanan kesehatan gratis itu utamanya warga kampung yang berpotensi tidak terjangkau pelayanan puskesmas dan petugas kesehatan, seperti warga lanjut usia di perkampungan yang kesulitan menuju ke fasilitas kesehatan.

Dalam kegiatan susur kampung di Kelurahan Sangkrah, Kecamatan Pasarkliwon, dua kelompok dokter muda bersama tim medis PMI Kota Solo menyebar ke kampung-kampung untuk melayani konsultasi kesehatan, memeriksa kesehatan warga, dan memberikan obat-obatan kepada warga yang membutuhkan.

Baca juga: Dokter Jepang tewas ditembak, padahal ia bertekad selamatkan Afghanistan dari kematian

Mereka berjalan kaki menyusuri kampung, mengunjungi rumah-rumah warga, melihat kondisi rumah warga dan memeriksa kesehatan penghuninya.

Dalam kegiatan susur kampung di Kelurahan Sangkrah, tim dokter mengunjungi 30 rumah dan mendapati 20 warga sakit. Setelah melayani konsultasi dan memeriksa kesehatan warga yang mengalami gangguan kesehatan, mereka memberikan obat yang dibutuhkan.

Menurut Dokter Selly, anggota tim susur kampung, mayoritas pasien yang dikunjungi mengalami masalah tekanan darah tinggi atau hipertensi dan penyakit gula atau diabetes melitus.

"Dari hasil pemeriksaan yang kami lakukan ternyata banyak warga yang tidak tahu bahwa mengalami darah tinggi dan jika dibiarkan bisa berbahaya. Ketidaktahuan ini dikarenakan mereka jarang sekali memeriksakan kesehatan," katanya, lalu mengimbau warga rutin memeriksakan kesehatan dan menghubungi PMI jika butuh bantuan medis.

Sumartono mengatakan bahwa program susur kampung tersebut dijalankan bekerja sama dengan Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret (UNS) dalam program Stase Terintegrasi dan telah berjalan sejak 2017.

"Kemudian kegiatan ini masuk dalam program Dompet Kemanusiaan PMI Solo," tambahnya.

Selain dokter-dokter muda dari UNS, tim susur kampung juga diperkuat oleh sukarelawan Siaga Bencana Berbasis Masyarakat (Sibat), perawat, dan apoteker.

 Baca juga: Dokter : Cegah stroke sejak dini dengan pola hidup sehat
Pewarta :
Editor : Hisar Sitanggang
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar