Ende NTT makin padat dikunjungi wisatawan

id Ende NTT,kunjungan wisatawan ke NTT

Ende NTT makin padat dikunjungi wisatawan

Kegiatan pariwisata Parade Kebangsaan yang diawali dengan parade laut sebagai simbolisasi kedatangan tokoh pencetus Pancasila, Ir Soekarno, saat menjalani massa pengasingan di Ende pada tahun.1943-1948. Kegiatan ini digelar rutin dalam lima tahun terakhir untuk menyambut hari lahir Pancasila pada 1 Juni di Kota Ende, Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur. (Antara foto/Aloysius Lewokeda)

Kupang (ANTARA) - Bupati Ende, Marsel Petu, mengatakan, kunjungan wisatawan ke daerah setempat meningkat drastis selama lima tahun terakhir, dari 2013 sebanyak 13.000 orang hingga 93.000 orang pada 2018.

"Meningkatnya kunjungan wisatawan ini didukung pembangunan sarana transportasi laut dan udara yang membuat aksesnya semakin mudah dan juga kegiatan pariwisata yang rutin kami gelar selama lima tahun terakhir," katanya di Kupang, Rabu.

Ia menjelaskan, di daerahnya telah dibangun Dermaga Ipi yang dikelola Pelindo III dengan letak yang strategis karena bisa disinggahi kapal-kapal angkutan penumpang maupun barang saat musim barat atau cuaca buruk.

Sedangkan untuk transportasi udara, lanjutnya, ada Bandar Udara H. Hasan Aroeboesman-Ende yang semakin ramai dengan jumlah penerbangan sembilan kali dalam sehari.

"Kami sedang mendorong ke depan bisa dibuka rute Denpasar-Ende untuk menarik kunjungan wisatawan terutama mancanegara yang ada di Bali," kata Bupati Ende dua periode itu.

Ia mengatakan, setiap tahun dari 2014 hingga 2018, pemerintah daerah secara rutin menggelar kegiatan berupa Parade Kebangsaan dan pesta Sepekan di Danau Kelimutu.

Menurutnya, kegiatan pariwisata yang menonjolkan wisata sejarah, alam, dan budaya ini sudah terbukti menarik minat kunjungan karena selalu diramaikan kalangan wisatawan domestik hingga mancanegara.

Bupati Marsel menambahkan, salah satu keunggulan objek wisata yang dimiliki daerah setempat yakni Taman Nasional Kelimutu yang sudah mendunia.

Selain itu, lanjutnya, Kota Ende juga memiliki posisi penting dalam sejarah berdirinya negara Indonesia karena menjadi rahimnya ideologi Pancasila yang dicetuskan Presiden pertama Indonesia, Ir Soekarno, ketika menjalani massa pengasingan tahun 1934-1938.

"Branding wisata alam dan juga wisata sejarah, budaya, ini terus kami tonjolkan untuk menarik kunjungan wisatawan, di sisi lain kami juga benahi objek-objek wisata penyanggah di sekitarnya," katanya.
Pewarta :
Editor : Hisar Sitanggang
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar