Saatnya tokoh perempuan bicara

id tokoh perempuan

Magelang, 3/9 (ANTARA NEWS) - Staff Khusus meneg BUMN Judith Dipodiputro (tengah) didampingi Dirut PT Pegadaian Sunarso (no 2 kanan), Ketua Panitia ICW dari Kowani Handriyani Ully Silalalahi (no 2 kiri) dan Ketua Panitia Gatot Subagio (kiri) saat memberikan keterangan pers di Magelang, Jateng (3/9). (foto Antara)

Yogyakarta (Antaranews Lampung) - Setelah atlet nasional membawa kesuksesan menempatkan Indonesia di peringkat keempat setelah China, Jepang, dan Korea Selatan dalam Asian Games di Jakarta dan Palembang, 18 Agustus hingga 2 September 2018, kini giliran tokoh perempuan Indonesia dan dunia berkumpul di Yogyakarta membahas pemberdayaan kaum hawa.

Ribuan tokoh perempuan berkumpul dalam Sidang Umum ke-35 International Council of Women (ICW), perkumpulan tokoh perempuan dunia yang berafiliasi ke Perserikatan Bangsa-Bangsa, dan Temu Nasional Seribu Organisasi Perempuan Indonesia, yang rangkaian acaranya berlangsung di Hotel Grand Inna Malioboro, Yogyakarta, 12 hingga 20 September 2018.

Rangkaian acara didahului dengan "ICW Board of Director Meeting" pada 11-12 September 2018, Pembukaan Sidang Umum ke-35 ICW pada 13 September 2018, Temu Nasional Seribu Organisasi Perempuan Indonesia pada 13-14 September 2018, pelaksanaan sidang-sidang dalam Sidang Umum ke-35 pada 14-18 September 2018, berkunjung ke Balai Ekonomi Desa pada 18-19 September 2018 di sekitar kawasan Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, dan Pertemuan "ICW New BOD Meeting" pada 20 September 2018.

Acara itu diselenggarakan oleh ICW dan Kongres Wanita Indonesia (Kowani) bekerja sama dengan Kementerian BUMN dan didukung penuh oleh 35 BUMN yang terlibat secara langsung menyukseskan acara, termasuk Perum LKBN Antara. Acara tersebut juga dijadwalkan akan menghadirkan Presiden Joko Widodo.

ICW 2018 dan Temu Nasional Seribu Organisasi Perempuan Indonesia menjadi momentum bagi tokoh perempuan untuk berbicara.

Sidang Umum ke-35 ICW bertema "Tranforming Society Through Women Empowerement" (Mentransformasi Masyarakat Melalui Pemberdayaan Perempuan) akan dibuka oleh Presiden ICW Junsook Kim pada 13 September 2018.

Wakil Presiden Iran untuk Urusan Perempuan dan Keluarga, Massoumeh Ebtekar, yang pada 11 Juli datang ke Indonesia, "hadir" kembali pada ICW 2018 melalui tayangan video, kemudian dilanjutkan dengan dua sesi diskusi panel peringatan 130 tahun ICW, dan lokakarya yang membagi peserta menjadi lima kelompok.

Diskusi panel pertama bertema "Empower a Woman, Transform a Society" menghadirkan Menteri BUMN Rini Soemarno sebagai pembicara kunci, dan sejumlah pembicara lain, seperti, tokoh pendidikan dari Universitas Kebangsaan Malaysia Profesor Emeritus Dr Sharifah Hapsah binti Syed Hasan Shahabudin tentang "Meningkatkan Kemampuan Ekonomi Perempuan (Raising Economic Capacity of Women).

Kemudian Penasihat Khusus PM Jepang Prof Akiko Yamanaka; Wakil Pemred Metro TV Kania Sutisnawinata tentang "Peran Media dalam Pencapaian Kesetaraan Gender" (Media's Role for the Achievement of Gender Equality); dan Staf Khusus Menteri BUMN Judith J Dipodiputro selaku moderator.

Diskusi panel kedua, bertema Mentransformasi Masyarakat melalui Kesetaraan HAM" (Tranforming Society Through Equal Human Rights) dengan pembicara Direktur Pusat Riset Sosial Dr Ranjana Kumari dari India; Perwakilan ICW di PBB Dr Mohinder Watson, dan Pendiri NCW (National Council of Women) AS Sorosh Roshan, dan Komisioner Komnas Perempuan Magdalena Sitorus sebagai moderator.

Sementara itu, lokakarya (workshop) akan membagi peserta menjadi lima kelompok. Para pembicara pada sesi ini adalah Dubes Rusia untuk Indonesia Lyudmila Vorobieve, Dubes Republik Fiji untuk Indonesia Seleima Dikawakawayali Veisamasama, Dubes Afghanistan untuk Indonesia Roya Rahmani, Dubes Republik Panama untuk Indonesia Deborah Ho Ng de Cogley, Sekretaris Umum ICW dari Bangladesh Maleka Banu; dengan fasilitator Nijole Steponkute (dari Lithuania), Mabataung Patricia Mokhathali (dari Lesotho), dan Perwakilan Tetap ICW di PBB Jeanne Kim.

Temu Nasional Seribu Organisasi Perempuan Indonesia juga akan dibuka oleh Menteri BUMN Rini Soemarno pada 13 September 2018.

Temu Nasional ini akan menghadirkan dua sesi yang menampilkan para srikandi Indonesia yang ada di pemerintahan dan BUMN, dengan mengangkat tema pada hari pertama adalah "Membangun Daerah Terdepan, Tertinggal, dan Terluar, serta Penyertaan Masyarakat Termiskin dan Marjinal sebagai Parameter Keberhasilan Pembangunan" yang terbagi menjadi dua sesi.

Sesi pertama "Akses pada Energi dan Infrastruktur Dasar sebagai Parameter Pembangunan Daerah Terdepan, Tertinggal, dan Terluar" dengan menampilkan Lana Wijayanti (Dirjen Pembiayaan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat), Nicke Widyawati (Dirut PT Pertamina) yang akan mengulang ketahanan energi dan BBM satu harga, Syofvi Felienty Roekman (Direktur Perencanaan Korporat PT PLN) soal elektrifikasi masyarakat desa, Ira Puspadewi (Dirut PT ASDP) tentang interkonektivitas tol maritim, dan Devy Suradji (Direktur Pemasaran dan Pelayanan PT Angkasa Pura I) mengenai interkonektivitas udara; serta Komisaris Utama PT Telekom Indonesia Hendri Saparini sebagai moderator.

Sesi kedua "Akses pada Permodalan dan Perbankan sebagai Landasan Ketahanan Ekonomi Keluarga", menghadirkan sejumlah pembicara, Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Tjahya Widayanti; Direktur Hubungan Kelembagaan PT Bank Mandiri Alexandra Askandar soal Produk dan Jasa Perbankan dengan Inovasi Terbarukan; Direktur Bisnis I PT PNM Abianti Riani soal Produk dan Jasa Permodalan; Direktur Keuangan dan Perencanaan Strategis PT Pegadaian Ninis Kesuma Adriani; Direktur Layanan Konsumen PT Telekom Indonesia Siti Choirina tentang Kreativitas Teknologi dalam Ketahanan Ekonomi; dan Direktur SDM dan Umum PT Jasa Raharja Dewi Aryanu Suzana mengenai Mengasuransikan Pekerjaan agar Tahan Dalam Jangka Panjang; serta Direktur Konsumen PT Bank BRI Handayani selaku moderator.

Kehadiran Presiden Jokowi Dalam jadwal acara dari Kowani, juga menyebutkan kehadiran Presiden Jokowi untuk memberikan sambutan pada 14 September 2018.

Menteri BUMN Rini Soemarno, Presiden ICW Junsook Kim, dan Ketua Umum Kowani Giwo Rubianto Wiyogo, juga akan memberikan laporan.

Setelah Presiden Jokowi menyampaikan sambutan, dilanjutkan dengan upacara pembukaan yang ditandai dengan memukul lesung, dan foto bersama Presiden Jokowi dengan pimpinan Kowani dan ICW, kemudian Presiden Jokowi meninggalkan acara.

Temu Nasional Seribu Organisasi Perempuan Indonesia berlanjut dengan pembahasan lanjutan yang dibagi dalam dua sesi.

Sesi pertama bertema "Peran Perempuan Indonesia sebagai Ibu Bangsa Sejati dalam Rangka Mewujudkan Indonesia Jaya" menampilkan berbagai pembicara, Ketua Umum Kowani Giwo Rubianto Wiyogo soal 90 Tahun Perjuangan Perempuan Indonesia sebagai Ibu Bangsa Sejati dalam Rangka Mewujudkan Indonesia Jaya; Tim Ahli Kowani Sjamsiah Ahmad tentang Peran Perempuan Indonesia dalam Kerja Sama Regional dan Internasional; Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansi soal Pemantapan Tata Kelola Keuangan Daerah dalam Mengakses Sumber Pendanaan Pembangunan; Pendiri Wahid Institute Yenni Wahid mengenai Perempuan dan Ideologi Bangsa; dan Tim Ahli Kowani Hetifah Sjaifudin selaku moderator.

Sesi kedua bertema "Peran Perempuan Indonesia dalam Mencapai Target SDG's" dengan pembicara Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya soal Rapor Hijau dalam Mengatasi Kronis Menahun; Ketua Wantimpres Sri Adiningsih tentang Peran Perempuan dalam Penetapan Kebijakan dan Haluan Negara sebagai Landasan Pemerataan dan Keadilan; Menteri Kesehatan Nila F MOeloek soal Program Indonesia Sehat; Deputi Bidang Usaha Jasa Keuangan Kementerian BUMN Gatot Trihargo; dengan Dirjen Pengelolaan Limbah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan selaku moderator.

Hari itu juga akan disampaikan hasil-hasil Temu Nasional Seribu Organisasi Perempuan Indonesia.

Hari-hari berikutnya berlangsung berbagai pembahasan dalam Sidang Umum ke-35 ICW.

Sidang Umum ke-35 ICW ini bertepatan dengan peringatan 130 tahun ICW, yang berdiri di Washington DC, Amerika Serikat, pada 25 Maret 1888. Misi ICW antara lain memperjuangkan kemajuan perempuan. ICW adalah bagian dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang sangat peduli terhadap pemberdayaan perempuan.

Kowani telah bergabung dalam ICW sejak 1972 dan selalu turut aktif mendukung seluruh kegiatan ICW/UN Women dalam pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak melalui berbagai kegiatan.

Pameran Pasar Rakyat Nusantara juga memeriahkan perhelatan Sidang Umum ke-35 ICW dan Temu Nasional Seribu Organisasi Perempuan Indonesia, berisi berbagai macam produk busana, garmen tradisional, aksesoris busana, perhiasan, kerajinan, dan makanan dalam kemasan, hasil produksi berbagai usaha kecil dan menengah (UKM), binaan dari BUMN.

Data Kementerian Koperasi dan UKM 2015 menunjukkan, terdapat 13.645 koperasi wanita di Indonesia, sekitar 60 persen dari 52 juta UMKM dijalankan oleh perempuan.

Sementara itu, data Asia Foundation menunjukkan sekitar 23 persen pengusaha di Asia dari kalangan perempuan dan tumbuh delapan persen tiap tahun.

Produk seni dan kerajinan yang dipamerkan merupakan produk terbaik, memiliki identitas produk asli Indonesia, memiliki beragam corak desain dan ukuran serta warna pilihan, berkualitas ekspor, bersertifikat untuk produk kerajinan kayu dan kulit, dan memiliki stok yang cukup.

Pengunjung pameran dapat memesan secara online produk yang diinginkan dan setelah dilakukan pembayaran, akan dilakukan pengiriman barang. Sistem ini dikenal dengan O2O (online to offline).

Rumah Kreatif BUMN (RKB) menyediakan berbagai fasilitas bagi setiap pelaku UKM dan membantu melakukan digitalisasi produk dan proses usaha di tempat digitalisasi dan e-commerce online dengan membimbing bagaimana cara listing di Blanja.com, SEO (Search Engine Optimization) dan promosi melalui social media. RKB merupakan wadah bagi langkah kolaborasi BUMN dalam membentuk "digital economy ecosystem" melalui pembinaan bagi UKM untuk meningkatkan kapasitas dan kapabilitas UKM.

Saat mengunjungi Balkondes, para peserta juga dapat menyaksikan kehidupan perekonomian di tingkat desa.

Ke-20 Balkondes milik BUMN yang ada di sekitar tempat wisata Candi Borobudur adalah Balkondes Bigaran (Taman Wisata Candi), Balkondes Borobudur (Taman Wisata Candi), Balkondes Bumiharjo (Pembangunan Perumahan), Balkondes Candirejo (Semen Indonesia), Balkondes Giripurno (Taman Wisata Candi), dan Balkondes Giritengah (Jasa Raharja).

Kemudian Kembanglimus (Patra Jasa), Balkondes Karanganyar (Bank BTN), Balkondes Karangrejo (PGN), Balkondes Kebonsari (Hutama Karya), Balkondes Kenalan (Bank Mandiri), Balkondes Majaksingi Desa Singkober (Jasa Marga), dan Balkondes "The Gade Village di Desa Ngargogondo (Pegadaian).

Selanjutnya Balkondes Ngadiharjo (PLN), Balkondes Sambeng (Patra Jasa), Balkondes Duta Menor Desa Tanjungsari (Bank BRI), Balkondes Tegalarum (Angkasa Pura II), Balkondes Tuksongo (Telkom), Balkondes Wanurejo (Bank BNI), dan Balkondes Wringinputih (Pertamina).

Perempuan tidak hanya ingin dimengerti tetapi suaranya juga harus ditangkap sebagai upaya dalam keikutsertaan pada praktik kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Perempuan bukan hanya sebagai Ibu Bangsa, melainkan juga sebagai tiang negara dalam mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Majulah perempuan dalam kancah nasional, internasional, dan global.
 
Pewarta :
Editor: Samino Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar