Waykanan manfaatkan lahan KTM bangun agrowisata

id wabup wayka edward, edward anthoni, wakil bupati wakanana

Wakil Bupati Waykanan Edward Anthony (Foto: Antara Lampung/Samino)

Dirjen Transmigrasi intinya setuju. Sebab, kini warga yang tinggal di sana bukan semua transmigran bahkan lebih banyak pendatang, katanya
Bandarlampung, 23/3 (Antara) - Pemerintah Kabupaten Waykanan, Provinsi Lampung segera membangun agrowisata memanfaatkan lahan Kota Terpadu Mandiri (KTM) Waytuba guna meningkatkan kesejahteraan warga setempat.

Wakil Bupati Waykanan Edward Anthony ketika dihubungi dari Bandarlampung, Jumat, mengatakan ada lahan seluas 70 hektare dan pihaknya sudah berkonsultasi dengan Kementerian Transmigrasi untuk memanfaatkan lahan tersebut.

"Dirjen Transmigrasi intinya setuju. Sebab, kini warga yang tinggal di sana bukan semua transmigran bahkan lebih banyak pendatang," kata dia.

Konsepnya, lanjut dia, akan mengundang perguruan tinggi yang kompeten untuk melihat kontur tanah dan jenis tanaman apa yang cocok untuk dikembangkan di daerah itu.

"Ya tidak jauh berbedalah dengan Pekalongan, Lampung Timur. Kalau musim rambutan kita ke sana. Nah, nanti di lokasi agrowisata itu akan ditanam aneka tanaman buah-buahan terutama buah lokal. Selain itu, adanya dataran rendah dan banyak air bisa dimanfaatkan untuk pengembangan perikanan dan lainnya," kata dia.

Selain itu, di lokasi pintu masuk, akan dibuatkan pondokan untuk warga berjualan aneka suvenir dan kerajinan tangan lainnya.

Jika rencana tersebut terealisasi, lanjut dia, selain warga sekitar yang akan memanfaatkannya untuk berkunjung berwisata serta berbelanja aneka buah dan lainnya, juga warga dari Provinsi Sumatera Selatan.

"Waykanan ini berbatasan dengan Provinsi Sumsel. Jadi bisa saja nanti mereka pun berekreasi ke Waykanan. Ini potensi untuk mendapatkan pemasukan bagi warga kami," katanya.

Edward mengakui apa yang dilakukan dengan berkonsultasi ke Kementerian Transmigrasi merupakan penugasan dari Bupati Raden Adipati Surya.

"Apa yang saya lakukan sudah dikonsultasikan dan mendapat penugasan dari beliau untuk mengurusnya," kata dia.

Ia pun menjelaskan meski menurut aturan perundangan fungsi wakil bupati hanya pengawasan, namun diberikan kebebasan dan keleluasaan oleh bupati untuk melakukan pekerjaan asalkan untuk kemajuan Waykanan.

"Pak Bupati memberikan keleluasaan bagi saya untuk melakukan pekerjaan asalkan demi Waykanan. Tetapi, apa yang saya kerjakan selalu disampaikan lebih dahulu apakah disetujui atau tidak. Selain itu, saya selalu berkomunikasi dengan beliau," kata dia.



 
Pewarta :
Editor: Samino Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar