Minggu, 22 Oktober 2017

Perdesaan di Lampung alami deflasi

id deflasi, inflasi, bawang merah, ekonomi
Perdesaan di Lampung alami deflasi
Bawang turut berkontribusi terjadinya deflasi di perdesaan Provinsi Lampung (ANTARA Lampung/ist)
Bandaralampung (Antara Lampung) - Daerah perdesaaan di Provinsi Lampung selama bulan Agustus 2017 mengalami deflasi sebesar 0,33 persen.
         
"Deflasi itu disebabkan adanya penurunan indeks harga pada kelompok bahan makanan sebesar 1,13 persen," kata Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Lampung Yeane Irmaningrum, di Bandarlampung, Sabtu.
         
Ia menyebutkan bahwa peningkatan beberapa indeks harga terjadi pada beberapa kelompok, yaitu kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau naik sebesar 0,14 persen, dan kelompok perumahan naik sebesar 0,20 persen.
         
Selain itu, lanjutnya, kelompok sandang naik sebesar 0,07 persen, kelompok kesehatan naik sebesar 0,35 persen, kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga naik sebesar 0,98 persen, dan kelompok transportasi dan komunikasi naik sebesar 0,25 persen.
         
Yeane menjelaskan, perbandingan inflasi perdesaan di seluruh Indonesia pada Agustus 2017, inflasi perdesaan tertinggi terjadi di Aceh yaitu sebesar 1,32 persen dan terendah di Provinsi Nusa Tenggara Timur sebesar minus 0,76 persen.
         
"Provinsi Lampung dengan deflasi perdesaan sebesar 0,33 persen menempati peringkat ke-23 secara nasional," ujar Yeane.
         
Menurut Yeane, Kota Bandarlampung mengalami deflasi sebesar 0,42 persen karena adanya penurunan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 130,50 pada Juli 2017 menjadi 129,95  Agustus.
         
"Dua kelompok pengeluaran memberikan andil deflasi di Kota Bandarlampung," kata Yeane lagi.
        
Kedua kelompok itu, yaitu kelompok bahan makanan memberikan andil deflasi sebesar 0,30 persen dan kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 1,16 persen.
         
Sebaliknya, menurut dia, dua kelompok pengeluaran memberikan andil inflasi, yaitu kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau memberikan andil inflasi sebesar 0,03 persen dan kesehatan 0,01 persen.
         
"Sementara tiga kelompok lainnya tidak memberikan andil inflasi," ujarnya lagi.
         
Yeane menambahkan, beberapa komoditas yang dominan memberikan andil deflasi, di antaranya bawang merah, angkutan antarkota, angkutan udara, tempe, bawang putih, besi beton, cung kediro, gula pasir, daging ayam ras, dan tomat.
 

ANTARA


Editor: Hisar Sitanggang

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga

Generated in 0.0091 seconds memory usage: 0.46 MB