Wali Kota Bandarlampung : Politik uang racun bagi masyarakat

id Walikota,Pemkot,Bandarlampung,Herman HN

Wali Kota Bandarlampung : Politik uang racun bagi masyarakat

Wali Kota Bandarlampung Herman HN saat memberikan sambutan. Selasa. (17/11/2020). (ANTARA/Dian Hadiyatna)

Jangan karena kita mengejar uang Rp200 ribu, tapi masyarakat jadi susah. Itu racun rakyat, kata Herman HN
Bandarlampung (ANTARA) - Wali Kota Bandarlampung Herman HN menyebutkan bahwa politik uang yang dibagikan oleh calon kepala daerah agar bisa terpilih merupakan racun yang akan menyengsarakan masyarakat ke depannya.

"Jangan karena kita mengejar uang Rp200 ribu, tapi masyarakat jadi susah. Itu racun rakyat," kata Herman HN, di Bandarlampung, Selasa.

Ia menyarankan kepada masyarakat bila ada calon kepala daerah atau timnya membagikan uang agar ditolak dan segera tangkap serta laporkan ke pihak yang berwenang sebab itu menyusahkan rakyat bila jadi pemimpin.

Baca juga: Wali kota perkirakan pembangunan stadion mini Way Dadi rampung akhir Desember 2020

"Masyarakat jangan mau dibohongi sama calon yang hanya umbar janji dan bermain uang ada sejarahnya, sudah mengeluarkan uang tidak mengembalikannya," kata dia.

Menurutnya, carilah calon kepala daerah yang dalam masa kampanye tidak mengeluarkan uang sebab orang-orang seperti itu akan bekerja untuk rakyat.

"Saya selama menjabat wali kota dua periode tidak ada pakai-pakai uang untuk mendapatkan jabatan strategis di Kota Bandarlampung dan itu boleh dicek langsung," kata dia.

Baca juga: Wali Kota ajak masyarakat tidak membuang sampah di kali

Ia mengatakan bahwa hal tersebut karena dirinya dalam mendapatkan jabatan kepala daerah tidak menebar-nebarkan uang ke masyarakat.

"Kepala dinas, kepala sekolah dan lainnya tidak ada bayar-bayaran karena saya ingin rakyat sejahtera, karena kalau bayar-bayaran tidak akan ada kesejahteraan bagi masyarakat," kata dia.

Baca juga: Wali Kota Bandarlampung minta rumah sakit utamakan kecepatan pelayanan
 
Pewarta :
Editor : Edy Supriyadi
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar