PAD pariwisata Kabupaten Banyumas tahun 2020 dipastikan turun

id pendapatan sektor pariwisata,dampak covid19,dinporabudpar banyumas,dinporapar cilacap,wisata banyumas

PAD pariwisata Kabupaten Banyumas tahun 2020 dipastikan turun

Ilustrasi - Lokawisata Baturraden, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. ANTARA/Sumarwoto

Hal ini terkait dengan penutupan sementara objek wisata sebagai upaya mencegah penyebaran Virus Corona atau COVID-19
Purwokerto, Jateng (ANTARA) - Realisasi pendapatan asli daerah (PAD) sektor pariwisata di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, untuk tahun 2020 dipastikan menurun, kata Kepala Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Dinporabudpar) Kabupaten Banyumas Asis Kusumandani.

"Hal ini terkait dengan penutupan sementara objek wisata sebagai upaya mencegah penyebaran Virus Corona atau COVID-19," katanya di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Rabu.
Baca juga: Mahasiswa ITTP merancang Arepmas, aplikasi promosi pariwisata Banyumas

Dalam hal ini, kata dia, pihaknya sejak tanggal 16 Maret 2020 menutup sementara objek wisata yang dikelola Dinporabudpar Kabupaten Banyumas maupun swasta.

Pada awalnya, lanjut dia, penutupan sementara objek wisata tersebut hanya berlangsung selama 14 hari atau sampai dengan tanggal 30 Maret 2020.

"Namun, dalam perkembangannya diperpanjang hingga tanggal 8 April 2020 dan kemungkinan masih akan diperpanjang lagi," jelasnya.

Terkait dengan hal itu, Asis mengatakan berdasarkan kunjungan wisatawan ke Banyumas sampai dengan tanggal 15 Maret 2020 baru mencapai 109.000 orang, sedangkan pada periode yang sama tahun 2019 sudah mencapai 141.000 orang.

Padahal saat sekarang, kata dia, dapat dikatakan sebagai musim panen karena banyak sekolah yang menyelenggarakan kegiatan study tour dengan mengunjungi berbagai objek wisata di Banyumas khususnya Lokawisata Baturraden sehingga diharapkan bisa meningkatkan kunjungan wisatawan minimal sama dengan tahun sebelumnya.

"Akibat penutupan sementara objek wisata tersebut, potensi pendapatan Lokawisata Baturraden yang hilang untuk sementara mencapai kisaran Rp400 juta, sedangkan objek wisata lainnya secara keseluruhan sekitar Rp80 juta. Kemarin saja waktu baru ditutup, ada rombongan dari Semarang sebanyak delapan bus yang akhirnya batal berkunjung ke Baturraden," katanya.
Baca juga: PT Inhutani V kembangkan wahana wisata buat anak-anak di Banyumas

Lebih lanjut, dia mengatakan pihaknya pada tahun 2020 menargetkan PAD sektor pariwisata sebesar Rp12,126 miliar dan khusus untuk Lokawisata Baturraden yang menjadi andalan Banyumas ditarget sebesar Rp10,1 miliar.

Menurut dia, PAD sektor pariwisata Kabupaten Banyumas pada tahun 2019 ditarget Rp12,735 miliar dan terealisasi Rp12,771 miliar, sedangkan Lokawisata Baturraden meraih pendapatan Rp10,7 miliar.

Dia mengaku pesimistis target PAD sektor pariwisata tahun 2020 tersebut dapat tercapai mengingat wabah COVID-19 makin meluas dan tidak diketahui kapan berakhirnya.

"Padahal, musim liburan maupun Lebaran merupakan momentum untuk mendongkrak pendapatan sektor pariwisata, sehingga kami pesimistis target tersebut dapat tercapai. Apalagi pada Lebaran 2020 ini tidak ada mudik, padahal 10 hari pasca-Lebaran merupakan waktu potensial untuk meningkatkan pendapatan," katanya.

Dalam kesempatan terpisah, Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Dinporapar) Kabupaten Cilacap Heroe Harjanto mengakui pandemi COVID-19 berdampak luar biasa terhadap sektor pariwisata di Cilacap.

"Semua objek wisata tutup semua dan sama sekali tidak ada kunjungan wisatawan," katanya.
Baca juga: Banyumas luncurkan paket wisata offroad di lereng Slamet

Oleh karena itu, kata dia, sangat berat untuk meraih target pendapatan tahun 2020 yang sebesar Rp500 juta.
Pewarta :
Editor : Budisantoso Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar