Manajer baru Barcelona Quique Setien sebut cinta DNA Barca

id quique setien,barcelona,liga spanyol,lionel messi

Manajer baru Barcelona Quique Setien sebut cinta DNA Barca

Pelatih baru Barcelona Quique Setien berpose bersama Presiden Klub Josep Maria Bartomeu dan Direktur Olahraga Eric Abidal saat diperkenalkan ke publik di Camp Nou, Barcelona, Selasa (14/1/2020). ANTARA FOTO/REUTERS/Albert Gea/pras.

Jakarta (ANTARA) - Quique Setien resmi diperkenalkan sebagai manajer baru Barcelona dan dalam jumpa pers perdananya, ia mencoba memikat hati Barcelonistas dengan menyatakan rasa cintanya kepada DNA sepak bola Barca.

"Saya cinta DNA Barca," katanya tegas dilansir laman resmi Barcelona, Selasa malam.

"Saya menikmati menyaksikan Barca dari luar lingkaran, dari layar kaca. Saya menganalisisnya. Dan saya akan memberi sentuhan dan detil ala saya," ujar Setien menambahkan.

Setien ditunjuk hanya beberapa jam setelah pemecatan Ernesto Valverde pada Selasa dini hari WIB.



Sepanjang jumpa pers perdananya, Setien banyak mengumbar pujian kepada Barcelona, sistem pembinaan pemain muda, skuat yang ada, pendahulunya Valverde dan tentunya megabintang Lionel Messi.

"Ia (Messi) unik dan spesial. Sejujurnya saya belum merasakan langsung bagaimana melatih pemain terbaik di dunia dan rekan-rekannya," ujar Setien.

"Kemarin, saya duduk tenang di rumah dan tiba-tiba sekarang ada di Ciutat Esportiva," katanya merujuk pada markas latihan Barcelona.

Setien (61) berusia enam tahun lebih tua dibandingkan Valverde yang digantikannya, tetapi ia tak punya rekam jejak satu trofi pun.

Jika ada "prestasi" yang bisa dibanggakan adalah keberhasilan Setien menuntun Racing Santander promosi ke Liga Spanyol pada musim 2001/02. Terakhir kali Setien menangani Real Betis sebelum meninggalkan tim itu pada akhir musim lalu.



Dibandingkan Setien, Valverde punya rekam jejak lima gelar di tanah Yunani bersama Olympiakos serta satu Piala Super Spanyol untuk Athletic Bilbao pada 2015.

Hanya saja, kepercayaan terhadap Valverde kian menipis baik dari kalangan suporter maupun manajemen menyusul hasil ironis dua musim beruntun di Liga Champions, karena kegagalan mempertahankan keunggulan agregat di babak gugur.

Selain Setien, legenda Barcelona Xavi juga sempat disebut-sebut sebagai calon pengganti Valverde, tetapi nama itu dikabarkan enggan memulai tenor kepelatihannya di Nou Camp pada pertengah musim.
 
Pewarta :
Editor : Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar