Taman bakau Ruar jadi tujuan wisata alam di Biak Papua

id taman bakau ruar,bakau kampung ruar,wisata alam biak,wisata biak

Taman bakau Ruar jadi tujuan wisata alam di Biak Papua

Warga Biak mengunjungi taman bakau Ruar di Distrik Biak Timur saat libur akhir pekan, Sabtu.(ANTARA/Muhsidin)

"Sudah banyak dikunjungi wisatawan untuk mengisi waktu liburan bersama kerabat, keluarga, dan rekan kerja," kata Kepala KPHL Biak Aries Toteles Ap di Biak, Sabtu.
Biak (ANTARA) - Taman bakau di Kampung Ruar, Distrik Biak Timur, kini menjadi salah satu tujuan wisata alam di wilayah Biak, Papua.

Tamab bakau yang dikelola oleh Kantor Kesatuan Pemangku Hutan Lindung (KPHL) Biak-Supiori bersama masyarakat adat itu setiap hari dikunjungi wisatawan.

"Sudah banyak dikunjungi wisatawan untuk mengisi waktu liburan bersama kerabat, keluarga, dan rekan kerja," kata Kepala KPHL Biak Aries Toteles Ap di Biak, Sabtu.
Baca juga: Dispar Papua salurkan bantuan peralatan masak ke kelompok usaha wisata Biak

Ia berharap pembukaan taman wisata bakau Kampung Ruar bisa memberikan manfaat ekonomi kepada masyarakat adat selaku pengelola objek wisata alam.

Taman bakau itu, ia melanjutkan, juga bisa menjadi saran edukasi bagi pelajar, mahasiswa, dan warga mengenai pentingnya keberadaan pepohonan bakau di pinggir laut.

"KPHL Biak-Supiori telah memberikan pendampingan pengelolaan lingkungan taman wisata bakau Kampung Ruar supaya alam sekitar tetap hijau," kata Aries.
Baca juga: Layanan Palapa Ring tingkatkan promosi wisata digital Kabupaten Biak Numfor

Asnan, warga Biak yang mengunjungi taman bakau Ruar saat libur akhir pekan, sepakat bahwa hutan bakau bisa menjadi tempat wisata sekaligus sarana edukasi lingkungan. Ia berharap, taman hutan bakau Ruar selalu dijaga kebersihannya agar para pengunjung nyaman menikmati kawasan itu.
 
Pengunjung taman wisata bakau Kampung Ruar dikenai ongkos Rp10.000 per orang. Pengelola juga mengutip ongkos parkir Rp7.000 per mobil dan Rp5.000 per sepeda motor.
Baca juga: Pemkab Biak Numfor benahi fasilitas penunjang objek wisata Gua Jepang
 
Pewarta :
Editor : Budisantoso Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar