Tsunami Selat Sunda Masih Berpotensi Terjadi

id Tsunami Selat Sunda, Tsunami

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati menyampaikan prakiraan tsunami masih berpotensi terjadi di Selat Sunda. (FOTO: ANTARA Lampung/Ist-BMKG)

Bandarlampung (Antaranews Lampung) - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan bahwa tsunami di Selat Sunda masih berpotensi terjadi dengan sumber tsunami dapat berasal dari Kompleks Gunung Anak Krakatau, dari Zona Graben di Selat Sunda atau dapat pula berasal dari Zona Megathrust.

Dalam rilis diterima di Bandarlampung, Rabu (16/1), Kepala BMKG Dwikorita Karnawati menyampaikan bahwa untuk antisipasi dan mitigasi potensi terjadi tsunami itu, perlu adanya Sinergi Pentahelix, para akademisi (pakar), kalangan bisnis, komunitas (community), pemerintah dan media massa untuk mendukung dan menguatkan upaya pengurangan risiko bencana.

Diharapkan pula para UPT BMKG dapat terus menguatkan sinergi dengan masyarakat tingkat desa, RT/RW dalam melakukan edukasi serta latihan evakuasi tsunami secara berkala dan berkesinambungan, sehingga masyarakat bisa siap menghadapi bencana.

Sebelumnya, pada Sabtu (22/12-208) telah terjadi tsunami di Selat Sunda. Tsunami ini diduga dipicu letusan (erupsi) Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda, Kabupaten Lampung Selatan, sehingga meruntuhkan sebagian material dari Gunung Anak Krakatau ke laut di sekitarnya. Reruntuhan material jatuh ke laut itulah yang diduga memicu terjadi tsunami.

Ratusan korban meninggal dunia di Provinsi Lampung dan Banten hingga kini masih ditangani pemerintah dan para relawan serta petugas terkait lainnya.
Pewarta :
Editor: Budisantoso Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar