PDIB minta pemerintah lakukan patroli intens patuh prokes cegah penularan COVID-19

id protokol kesehatan,Perkumpulan Dokter Indonesia Bersatu,PDIB

PDIB minta pemerintah lakukan patroli intens patuh prokes cegah penularan COVID-19

ILUSTRASI - Tim Satgas penanganan COVID-19 Kota Banda Aceh mengangkat perangkat razia protokol kesehatan (prokes) saat melakukan razia di Banda Aceh, Aceh, Senin (5/7/2021). (ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas/hp)

Tindakan tegas tidak segan-segan diterapkan, baik dengan memberikan peringatan ataupun sanksi bagi individu atau penyelenggara maupun tempat yang menjadi pusat kegiatan yang melanggar, kata James

Jakarta (ANTARA) - Perkumpulan Dokter Indonesia Bersatu (PDIB) mendorong pemerintah dan khususnya Satuan Tugas Penanganan COVID-19 untuk melakukan patroli yang intens di pusat-pusat kegiatan masyarakat, misalnya pusat belanja dan hiburan untuk mencegah penularan COVID-19.

Ketua Umum PDIB dr James Allan Rarung mengatakan harus dipastikan masyarakat selalu patuh menjalankan protokol kesehatan (prokes) terutama di pusat-pusat kegiatan masyarakat.

"Tindakan tegas tidak segan-segan diterapkan, baik dengan memberikan peringatan ataupun sanksi bagi individu atau penyelenggara maupun tempat yang menjadi pusat kegiatan yang melanggar," kata James saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Jumat.

Baca juga: Kata Menkes, masyarakat disiplin prokes kehidupan bisa kembali normal

James juga menuturkan fasilitas kesehatan baik rumah sakit maupun klinik dan pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) harus membuat persiapan khusus dalam menghadapi situasi akhir tahun dan pergantian tahun.

Kementerian Kesehatan dan Dinas-dinas Kesehatan di daerah juga harus terus memonitor dan mengawasi sehingga tetap sigap mengatasi masalah terkait infeksi COVID-19 yang mungkin muncul di kemudian hari.

"Jika ada masalah sekecil apapun segera diselesaikan dan jangan nanti sudah meluas dan banyak yang menjadi korban, baru repot-repot turun tangan," tutur James.

Kepada para pemegang otoritas yang mengawasi pintu-pintu masuk lalu lintas penduduk, baik bandara, pelabuhan laut maupun terminal-terminal kendaraan publik, James mengatakan pengawasan dan pengaturan yang sesuai panduan Satuan Tugas Penanganan COVID-19 harus terus dijalankan semaksimal mungkin.

Baca juga: Pemprov Lampung batasi kapasitas maksimal tempat ibadah 50 persen saat Natal

"Karena jika lengah maka justru transmisi infeksi COVID-19 antarnegara ataupun antardaerah berpotensi akan melonjak," ujarnya.

James menuturkan koordinasi terpadu dan saling membantu antarsemua pihak akan menjadikan tindakan pencegahan penularan COVID-19 berhasil.

"Semoga Indonesia dapat mengatasi semua hal ini, sehingga lonjakan kasus infeksi COVID-19 di akhir tahun maupun pergantian tahun tidak terjadi," kata James.
 
Pewarta :
Editor : Edy Supriyadi
COPYRIGHT © ANTARA 2021