Kabupaten Solok, Sumatera Barat juara dua Lomba Perpustakaan Desa tingkat nasional

id Berita solok, sumbar berita, pemkab solok, juara dua lomba pustaka, tingkat nasional

Kabupaten Solok, Sumatera Barat juara dua Lomba Perpustakaan Desa tingkat nasional

Kabupaten Solok raih juara dua lomba perpustakaan desa tingkat nasional (ANTARA/HO-tangkapan layar)

Solok (ANTARA) - Perpustakaan Nagari Gantuang Ciri, Kecamatan Kubung, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, meraih juara dua klaster B Lomba Perpustakaan Desa/kelurahan tingkat nasional yang digelar Perpustakaan Nasional (Perpusnas) RI pada 2021.

Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Solok, Nofiarman di Koto Baru, Rabu mengaparesiasi Nagari Gantuang Ciri yang telah berhasil meraih juara dua tingkat nasional.

"Kami juga berterima kasih kepada para pustakawan dan Dinas Kominfo yang ikut berperan dalam melakukan pembinaan," kata dia.

Perpustakaan Nagari Gantuang Ciri merupakan salah satu dari 69 perpustakaan nagari di Kabupaten Solok yang berhasil meraih juara dua klaster B tingkat nasional dari 34 provinsi di Indonesia.

Pemenang klaster B Lomba Perpustakaan Umum Terbaik (desa/kelurahan) tingkat nasional tahun 2021, juara pertama diraih oleh Perpustakaan Puska Mandiri, Pekon Puramekar, Kabupaten Lampung Barat, Lampung dan juara ketiga Perpustakaan Kerano Kuncoro, Desa Sri Kuncoro, Kabupaten Bengkulu Tengah, Bengkulu.

Kegiatan lomba dan penilaian akhir tingkat nasional dilakukan secara daring sejak awal Agustus 2021 karena masih dalam suasana pandemi COVID-19.

Nofiarman mengatakan sebelumnya perpustakaan Nagari Gantuang Ciri sudah dipersiapkan sejak tahun 2020 untuk mengikuti lomba tingkat nasional. Namun karena adanya refocusing anggaran untuk penanganan COVID-19 sehingga baru bisa mengikuti pada 2021 ini.

"Perpustakaan Nagari Gantuang Ciri sudah dipersiapkan untuk mengikuti lomba tingkat nasional sejak dua tahun lalu dan baru bisa ikut pada tahun ini. Alhamdulilah meraih juara dua," katanya.

Nofiarman menambahkan perpustakaan di Nagari Gantuang Ciri saat ini sudah berbasis inklusi sosial, bukan hanya sebagai tempat membaca saja melainkan juga memfasilitasi masyarakat dalam mengembangkan potensinya.

Dengan melihat keragaman budaya, kemauan untuk menerima perubahan, serta menawarkan kesempatan berusaha, melindungi dan memperjuangkan budaya dan Hak Azasi Manusia (HAM).

Perpustakaan Nagari Gantung Ciri mengadakan berbagai kegiatan berupa kegiatan pelatihan storytelling, diskusi kelompok terfokus (FGD) tentang buku, bedah buku, penampilan untuk kegiatan mahasiswa, pelatihan adat, dan kegiatan pelatihan komputer.

Menurut dia, prestasi yang berhasil diraih tersebut menunjukkan bahwa ke depannya pihaknya mesti lebih percaya diri lagi dalam melakukan inovasi terhadap perkembangan perpustakaan di Kabupaten Solok.

Ditambah lagi saat ini pengembangan perpustakaan di desa mendapat angin segar setelah terbitnya Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Nomor 7 Tahun 2021 tentang Prioritas Dana Desa untuk Tahun 2022.

Selain itu, ia menyebutkan saat ini jumlah perpustakaan di Kabupaten Solok sebanyak 448 perpustakaan yang terdiri atas perpustakaan umum dan sekolah, yakni satu perpustakaan umum Kabupaten Solok, 69 pustaka nagari, lima taman baca masyarakat, dan dua pustaka masjid.

"Selanjutnya, perpustakaan sekolah terdiri atas perpustakaan SD 205, MI 10, SMP 68, SMA 23, MTs 36, SMK 13, dan MAN 16," ujar dia.
 
Pewarta :
Editor : Samino Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2021