Marning biji kopi unik inovasi UMKM di Tanggamus Lampung

id inovasi biji kopi tanggamus,kopi tanggamus,kopi marning

Marning biji kopi unik inovasi UMKM di Tanggamus Lampung

Produk marning biji kopi asal Tanggamus Lampung. (ANTARA/Ruth Intan Sozometa Kanafi)

"Kami berinovasi membuat marning biji kopi untuk diperkenalkan dan dicicipi oleh warga Lampung sebagai variasi cemilan rasa kopi," ujar Ahmad, salah seorang pelaku UMKM asal Kabupaten Tanggamus, saat dihubungi dari Bandarlampung, Jumat.
Bandar Lampung (ANTARA) - Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung sebagai salah satu dari empat kabupaten penghasil kopi Lampung menghadirkan berbagai variasi produk kopi, salah satunya marning biji kopi yang dikelola oleh usaha mikro, kecil, menengah (UMKM) setempat.

"Kami berinovasi membuat marning biji kopi untuk diperkenalkan dan dicicipi oleh warga Lampung sebagai variasi cemilan rasa kopi," ujar Ahmad, salah seorang pelaku UMKM asal Kabupaten Tanggamus, saat dihubungi dari Bandarlampung, Jumat.
Baca juga: Menperin bantu petani Tanggamus ammdes dan mesin pengolah kopi

Menurut Ahmad, kopi robusta bubuk asli Tanggamus menjadi salah satu produk unggulan Lampung, dan dirinya mencoba membuat inovasi berbeda dari yang ada di pasaran.

"Kopi robusta bubuk Tanggamus hasil produksi UMKM dan IKM mampu terjual sekitar 100 bungkus setiap harinya, dengan harga jual Rp20.000 per bungkus, sebab banyak masyarakat telah mengenal kualitas dan rasa produk kopi asli Tanggamus, dengan melihat banyaknya minat akan kopi Tanggamus saya mencoba membuat marning biji kopi agar ada produk olahan lain selain kopi bubuk," katanya pula.

Menurutnya, kopi bubuk Tanggamus yang diolah secara baik dari petik merah hingga penyeduhan menghasilkan rasa khas yaitu rasa kopi yang pahit bercampur asam, sehingga marning biji kopi juga akan memiliki rasa asli biji kopi robusta Tanggamus yang telah disangrai.

"Kopi robusta biasanya memiliki cita rasa pahit yang pekat, namun kopi asal Tanggamus berbeda sebab memiliki cita rasa asam yang biasa terdapat di kopi jenis arabika, karena marning biji kopi ini benar-benar menggunakan biji kopi utuh yang dilumuri gula aren maka rasa asli kopinya akan sangat terasa," ujarnya. 
Baca juga: Ruko Pelatihan Pengolahan Kopi di Pekon Ngarip Tanggamus

Menurutnya, marning biji kopi buatannya dalam sehari dapat terjual 10 wadah dengan harga per wadah sekitar Rp10.000 hingga Rp15.000.

"Harganya berkisar Rp10.000 hingga Rp15.000 per wadah, dan biasa terjual berkisar 10 wadah per hari dengan memanfaatkan promosi dari teman ke teman di sekitar Tanggamus hingga Kota Bandarlampung," ujar Ahmad.

Marning biji kopi yang sempat diperkenalkan dalam Festival Kopi Lampung 2019 ini memiliki cita rasa unik yaitu rasa pahit bercampur asam khas kopi robusta Tanggamus yang berbalut dengan rasa manis dan renyah gula aren goreng.

Baca juga : Menperin bantu petani Tanggamus ammdes dan mesin pengolah kopi
Pewarta :
Editor : Budisantoso Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar