Nasrul Abit -Wagub Sumbar belajar penanganan gempa dan tsunami ke Jepang

id Kunker

Nasrul Abit -Wagub Sumbar belajar penanganan gempa dan tsunami ke Jepang

Wagub sumbar Nasrul Abit kunker ke Jepang. (ANTARA SUMBAR/ist)

Padang (ANTARA) - Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit belajar tentang tata kelola penanganan bencana gempa bumi dan tsunami di Sendai, Jepang, untuk memperkuat mitigasi bencana di Sumbar.

"Sumbar punya kemiripan dengan Jepang dari segi potensi bencana, yaitu gempa dan tsunami. Kita perlu belajar ke sana untuk memperkuat kesiapsiagaan di Sumbar," katanya dihubungi dari Padang, Minggu.

Dalam kunjungan kerja itu diagendakan diskusi dengan Wakil Gubernur prefecture Miyagi, Fukuchiji, terkait penanggulangan bencana dan rekonstruksi pascabencana.

Selain itu rombongan juga mengunjungi Arahama Elementary School yang sekarang menjadi museum. Bangunan itu merupakan satu-satunya bangunan yang tersisa dari hantaman tsunami dahsyat di kawasan Sendai.

Kawasan Sendai pernah terkena dampak gempa berkekuatan bermagnitudo 9.0 pada Tahun 2011. Gempa tersebut merupakan gempa terbesar sepanjang sejarah Jepang, dengan korban ribuan jiwa.

Nasrul menilai tren penanganan bencana di Jepang telah berubah dari pencegahan bencana menjadi pengurangan resiko bencana. Hal itu perlu menjadi contoh bagi Sumbar.

Saat ini Jepang mengandalkan sea wall untuk melindungi warga dan bangunan jika tsunami kembali datang menghantam. Itu merupakan salah satu langkah pengurangan risiko bencana Jepang.

“Saya mendapatkan penjelasan detail dari Wakil Gubernur Prefecture Miyagi mengenai tata kelola penanganan bencana. Informasi dan pengalaman ini akan kami manfaatkan untuk memperbaiki penanganan bencana di Sumbar ke depan," katanya.

Saat ini Sumbar juga membangun "dinding" alami untuk melindungi pesisir pantai dari terjangan tsunami, yaitu dengan penanaman pohon cemara udang.

Meski belum maksimal, penanaman akan terus dilanjutkan hingga benar-benar mampu memberikan perlindungan pada warga di pesisir pantai.
Pewarta :
Editor : Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar