Kabut asap tak mengganggu penerbangan di Bandara Radin Inten II

id Bandara Raden Inten II, kabut asap, penerbangan, Lampung.Antaramews.com

Kabut asap tak mengganggu penerbangan di Bandara Radin Inten II

Humas Bandara Raden Inten II Wahyu Aria Sakti. (Antaralampung.com/Damiri)

Sampai sekarang belum pernah terjadi gangguan penerbangan karena asap. Sampai saat ini normal dan tidak ada kendala sama sekali,

Bandarlampung (ANTARA) - Kepala Unit Penyelenggaraan Bandara Udara (UPBU) Radin Inten II Lampung Selatan, Lampung, Asep Kosasih Samapta mengatakan kabut asap akibat pembakaran hutan dan lahan tidak mempengaruhi penerbangan di Bandara Radin Inten II.

"Sampai sekarang belum pernah terjadi gangguan penerbangan karena asap. Sampai saat ini normal dan tidak ada kendala sama sekali," katanya, di Lampung Selatan, Senin.
Baca juga: Warga Mesuji Lampung Keluhkan Dampak Kabut Asap

Dia menyatakan pula mengenai asap pihaknya terus berkoordinasi dengan seluruh bandara terutama dengan pimpinan di Jakarta. Selain itu, pihaknya juga koordinasi dengan BMKG untuk mengetahui lokasi titik panas (hotspot).

"Kami punya Emergency Operations Center (EOC) dan mempunyai peran salah satunya koordinasi dengan BMKG. Hasil dari BMKG berupa hotspot di Lampung Selatan minim sekali, mengingat yang ada di Mesuji dan Way Kanan. Tapi jauh, dan kita prediksi tidak mengganggu penerbangan," kata dia.

Humas Bandara Raden Inten II Wahyu Aria Sakti menambahkan sampai saat ini penerbangan tidak terganggu meskipun ada pembakaran hutan dan lahan yang terjadi di berbagai wilayah.

"Masalah asap di Kalimantan kita takut terkena imbasnya di Lampung, sehingga kami siaga 1 dan harus ekstra siaga," katanya pula.

Dia mengimbau agar masyarakat tidak membakar hutan maupun membuang potongan rokok sembarangan, sehingga dapat berdampak pada penerbangan.

"Imbauan juga di sekitar bandara agar saling menjaga apalagi terik begini sangat mudah memicu kebakaran. Selain itu, kami juga setiap satu jam keliling di pagar batas bandara untuk mengantisipasi," katanya lagi.
Pewarta :
Editor: Budisantoso Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar