Imbauan Pemprov Sumsel agar warga pakai masker

id masker,kabut asap,ispa,karhutla sumsel

Petugas meminta para pengendara motor menggunakan masker (Dok.ANTARA)

Dinkes Sumsel sudah mengirimkan surat edaran ke kabupaten dan kota untuk mencegah agar tidak terkena ISPA (Infeksi saluran pernapasan akut) dengan memakai masker.
Palembang (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat untuk menggunakan masker bila keluar rumah, terutama saat  kabut asap  mulai dirasakan.

Kabut asap akan berpengaruh terhadap kesehatan sehingga penggunaan masker sangat penting, kata Kepala Dinas Kesehatan Sumatera Selatan Lesty Nuraini di Palembang, Senin.

"Dinkes Sumsel sudah mengirimkan surat edaran ke kabupaten dan kota untuk mencegah agar tidak terkena  ISPA  (Infeksi saluran pernapasan akut)  dengan memakai masker," ujar dia.


Menurut dia, imbauan agar menggunakan masker itu telah disampaikan melalui Dinas Kesehatan Kabupaten dan Kota se-Sumsel terutama lokasi bagi yang rawan kebakaran hutan dan lahan.

Apalagi saat musim kemarau sekarang ini banyak terjadi kebakaran hutan dan lahan di Sumsel dan kabut asap sering terasa pekat di wilayah-wilayah tertentu, sehingga perlu diantisipasi dengan menggunakan masker.

Selain itu pihaknya juga mengimbau agar masyarakat tidak membakar lahan karena akan sulit memadamkannya dan dapat menimbulkan kabut asap, ujar dia.

Masker tersebut diharapkan mampu mengantisipasi atau sebagai alat pelindung diri terhadap asap, sehingga masyarakat tidak mudah terkena ISPA.


Namun, lanjut dia, yang lebih penting lagi adalah makan makanan yang bergizi karena dengan kondisi fisik yang prima juga dapat mencegah diri terhindar dari ISPA.

Selain itu pihaknya minta kesadaran masyarakat terhadap prilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) supaya terhindar dari berbagai penyakit termasuk ISPA.

Karena itu gunakan masker bila berpergian terutama bila sedang ada kabut asap untuk mengantisipasi agar terhindar dari ISPA, kata dia.
 
Pewarta :
Editor: Budisantoso Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar