Ribuan warga Lebak Banten shalat minta hujan

id lebak

Ribuan warga Lebak Banten shalat minta hujan

Ribuan masyarakat Kabupaten Lebak, Banten secara serentak melaksanakan shalat minta hujan atau Shalat Istisqo menyusul terjadi kekeringan akibat kemarau panjang. (ANTARA)

Lebak (ANTARA) - Ribuan masyarakat Kabupaten Lebak, Banten secara serentak melaksanakan shalat minta hujan atau Shalat Istisqo menyusul terjadi kekeringan akibat kemarau panjang.

"Kita berharap melalui shalat istisqo itu diturunkan hujan oleh Allah SWT," kata Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Lebak KH Pupu Mahpudin, di Lebak, Kamis.

MUI Lebak mengajak masyarakat Kabupaten Lebak agar menggelar shalat minta hujan di masjid-masjid, musalla dan tanah lapang. Pelaksanaan shalat istisqo di Alun-Alun Multatuli di Rangkasbitung dipadati ribuan jamaah.

Para jamaah itu datang dari berbagai instansi di lingkungan Sekertariat Pemerintah Kabupaten Lebak, ulama,pelajar dan masyarakat setempat.

Saat ini, kekeringan yang terjadi di Kabupaten Lebak akibat kemarau menimbulkan dampak kerugian,termasuk petani yang mengalami gagal panen.

Selain itu juga warga kesulitan air bersih setelah air bawah tanah, seperti pompa jetpump, sumur timba dan sumber mata air mengering.

"Kami hanya mendoa semoga Allah SWT menurunkan air hujan," katanya.

Sementara itu, Khatib Shalat Istisqo KH Anang Azhari Ali mengatakan kemarau yang terjadi saat ini akibat kerusakan di kawasan hutan dengan maraknya penebangan. Selain itu juga kerusakan alam akibat eksploirasi adanya kegiatan pertambangan.

Karena itu  pihaknya mengajak pemerintah sebagai penguasa agar melakukan tindakan tegas terhadap pelaku penebangan liar juga perusak alam.

Begitu juga penegak hukum harus memproses terhadap pelaku kerusakan hutan karena bisa menimbulkan malapetaka bencana, termasuk kekeringan dan wabah penyakit serta ancaman kelaparan.

"Kita berharap dengan Shalat Istisqo itu Allah Swt segera menurunkan air hujan untuk membasahi bumi yang mengalami kekeringan," katanya.

 
Pewarta :
Editor : Budisantoso Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar