Harga gabah naik

id harga beras, harga gabah, naik, bps lampung

Ilustrasi pedagang beras (FOTO: ANTARA Lampung/ist)

 Bandarlampung (Antaranews Lampung) - Harga gabah tingkat petani maupun penggilingan di Provinsi Lampung pada September 2018 mengalami kenaikan dibandingkan bulan sebelumnya.
     
"Kenaikan harga gabah itu mengingat belum memasuki masa panen," kata Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Lampung, Yeane Irmaningrum, di Bandarlampung, Kamis.
     
Ia menyebutkan, peningkatan rata-rata harga kelompok kualitas gabah kering panen (GKP) di tingkat petani sebesar 2,99 persen dari Rp4.797 per kg. Dengan kelompok kualitas yang sama, harga gabah di tingkat penggilingan naik sebesar 2,56 persen dari sebelumnya Rp4.889/kg menjadi Rp. 5.014,72 per kg.
     
Menurutnya, harga gabah tertinggi di tingkat petani mencapai Rp5.400/kg pada gabah kualitas GKP dengan varietas Ciherang terdapat di Kecamatan Gading Rejo, Kabupaten Pringsewu. 
     
Harga gabah terendah, lanjutnya, mencapai Rp4.600/kg pada gabah kualitas GKP dengan varietas Ciherang dan Galur terdapat di Kecamatan Purbolinggo, Kabupaten Lampung Timur, dan Kecamatan Seputih Raman, Kabupaten Lampung Tengah. 
     
"Harga tersebut berada di atas Harga Pembelian Pemerintah (HPP) yaitu Rp3.700 per kilogram," ujarnya.
     
Yeane menjelaskan, di tingkat penggilingan, harga gabah tertinggi Rp5.450/kg pada gabah kualitas GKP dengan varietas Ciherang terdapat di Kecamatan Gading Rejo, Kabupaten Pringsewu, sedangkan harga gabah terendah kelompok kualitas GKP yaitu R4.680/kg.
     
Kepala BPS Lampung itu menambahkan, untuk varietas Galur dan Ciherang terdapat di Kecamatan Purbolinggo, Kabupaten Lampung Timur, dan Kecamatan Seputih Raman, Kabupaten Lampung Tengah. Harga tersebut berada diatas HPP yaitu Rp3.750/kg.
     
Selama September 2018, survei harga produsen gabah mencatat tujuh observasi dengan didominasi oleh kelompok gabah kualitas GKP dan tidak dijumpai kelompok gabah  kualitas gabah kering giling (GKG) serta gabah kualitas rendah.
Pewarta :
Editor: Hisar Sitanggang
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar