Rabu, 18 Oktober 2017

Produksi teri Pulau Pasaran mulai pulih

id Ikan teri,Pulau Pasaran produksi teri asin tanpa pengawet
Produksi teri Pulau Pasaran mulai pulih
Perahu bagan untuk menangkap ikan teri dilabuhkan di perairan Pulau Pasaran, Bandarlampung. (ANTARA LAMPUNG/Hisar Sitanggang)
Bandarlampung (Antara) - Produksi ikan teri asin di Pulau Pasaran Bandarlampung meningkat volumenya sejak pekan lalu, namun harganya masih lebih tinggi dibandingkan harga normalnya.
     
Sejumlah perajin ikan teri asin di Pulau Pasaran Bandarlampung, Sabtu, menyebutkan produksi ikan teri asin berangsur pulih setelah sebelumnya sempat turun akibat faktor cuaca ekstrem di perairan Lampung.
     
"Mulai minggu lalu baru banyak pasokan teri segar untuk diolah menjadi teri asin. Dalam sehari, produksi teri asin berkisar 500- 1.000kg, cuma kemarin bisa mencapai 1,2 ton," kata Sarnoto, salah satu perajin ikan teri asin di Pulau Pasaran Bandarlampung.
     
Sehubungan produksi ikan asin belum pulih seperti semula, harga teri asin juga masih tinggi, yakni berkisar Rp45.000- Rp75.000/kg. Padahal harga normalnya berkisar Rp35.000- Rp65.000/kg.
    
Ia menyebutkan produksi ikan teri asin di Pulau Pasaran tetap berlangsung meski cuaca ekstrem, namun volumenya berkurang.
    
Produksi teri asin biasanya paling banyak pada Maret-April, karena pasokan teri segar banyak volumenya.
    
Para perajin teri lainnya juga menyebutkan harga ikan asin naik tipis karena produksi teri asin belum normal.
    
"Hasil tangkapan teri segar di bagan-bagan tergantung kondisi cuaca juga. Namun, tetap ada ikan segar untuk diolah menjadi teri asin, namun tidak sebanyak sebelumnya," kata Rinto, salah satu perajin ikan asin.
    
Pulau Pasaran merupakan sentra produksi ikan teri utama di kota Bandarlampung. Dalam sehari bisa diproduksi sedikitnya 30 ton ikan teri berkualitas. Selain untuk memenuhi kebutuhkan ikan di Bandarlampung, ikan teri dari Pulau Pasaran juga dikirimkan ke Jawa, terutama ke Jabotabek dan Bandung, atau diekspor.
    
Pulau Pasaran merupakan pulau di pesisir Bandarlampung, dan kini bisa dijangkau menggunakan jembatan sepanjang 500 meter yang dibangun pemerintah. Pulau itu hanya bisa dijangkau dari kawasan Telukbetung menggunakan motor; berjalan kaki sekitar 2 km, atau menggunakan perahu.
    
Pulau Pasaran mempunyai keunikan tersendiri karena letaknya yang sangat dekat dengan daratan, tepatnya di Kecamatan Teluk Betung Barat (TBB) Kota Bandarlampung. Luas pulau ini sekitar delapan hektare dengan jumlah penghuninya tahun lalu sekitar 240 kepala keluarga (KK). Hampir semua penduduk Pulau Pasaran berprofesi sebagai pengolah ikan kering.
    
Kualitas ikan kering dari Pulau Pasaran tidak kalah dengan produk ikan teri dari daerah lain, seperti teri medan, yaitu dengan spesifikasi perut utuh dan kepala tidak patah (Ant).

Editor: Hisar Sitanggang

COPYRIGHT © ANTARA 2016

Baca Juga

Generated in 0.0071 seconds memory usage: 0.46 MB