Kualitas Biji Kopi Rubusta Lampung Cukup Baik

id Kualitas Biji Kopi Rubusta Lampung Cukup Baik , kopi, luwak, robusta, arabika, bubuk

Kualitas Biji Kopi Rubusta Lampung Cukup Baik

Buah kopi pekebun Kampung Kotaway, Kecamatan Kasui, Kabupaten Waykanan, Provinsi Lampung. (ANTARA FOTO Dok. /Gatot Arifianto).

Bandarlampung (Antara Lampung) - Kualitas biji kopi di sejumlah sentra perkebunan di Provinsi Lampung cukup baik saat panen raya tahun ini.

"Harga biji kopi kering juga cukup tinggi, saat ini mencapai Rp17.000 per kilogram dengan kualitas cukup baik memasuki panen raya saat ini," kata Ari (35) pedagang bubuk kopi di Pasar Tugu Bandarlampung, Rabu.

Dia mengatakan, daerah yang sudah mulai panen raya yakni Kabupaten Tanggamus sekitar 95 km dari Ibu Kota Provinsi Lampung Kota Bandarlampung, dan mutu biji kopi di sana cukup bagus.

Menurutnya, biji kopi yang mereka panen, mudah digiling tidak terlalu keras, sehingga rasanya pun digemari masyarakat kota ini.

Ia mengatakan harga kopi di tingkat petani sebesar Rp17.000/kg.

Namun, harganya di tingkat pedagang bubuk bisa mencapai Rp19.000/kg.

"Biasanya kami membeli kopi langsung dari petani karena bisa memilih kualitas yang baik," katanya.

Ia menambahkan harga bubuk kopi saat ini masih di kisaran Rp40.000/kg dan rata-rata bisa terjual sekitar 10 kilogram per hari.

Sejumlah agen komoditas unggulan ini di Bandarlampung juga mengatakan hal yang sama bahwa kualitas biji kopi saat ini cukup baik tetapi bukan kualitas untuk di ekspor.

"Kualitasnya belum cukup baik, namun tidak mencapai kualitas ekspor," kata Adi agen biji kopi.

Dia mengatakan, biji kopi terutama yang asalan kandungan airnya masih di atas 12 persen, sehingga belum bisa dikatakan bagus. Saat ini baru daerah dataran rendah seperti Kabupaten Tanggamus yang sudah memulai panen kopi, sedang dataran tinggi seperti di Kabupaten Lampung Barat belum panen.

"Daerah penghasil biji kopi terbaik banyak yang belum panen, diperediksi akhir Juni atau awal Juli sudah banyak yang panen," katanya menambahkan.
Editor : M. Tohamaksun
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar