Bandara Radin Inten II intensifkan pemeriksaan antisipasi cuaca ekstrem

id Bandara Radin inten, antisipasi cuaca buruk, pemeriksaan intensif, keselamatan penerbangan,Bandara Radin Inten intensifk

Bandara Radin Inten II intensifkan pemeriksaan antisipasi cuaca ekstrem

Ilustrasi- Situasi Bandara Radin Inten II Lampung di periode Natal 2022. ANTARA/Ruth Intan Sozometa Kanafi.

Bandarlampung (ANTARA) - Pengelola Bandara Radin Inten II Lampung mengintensifkan pemeriksaan lapangan secara berkala untuk mengantisipasi kemungkinan munculnya cuaca ekstrem.

"Sebagai langkah mengantisipasi adanya cuaca ekstrem yang tengah berlangsung di akhir tahun ini maka telah dilakukan sejumlah upaya dan kami pun terus berkoordinasi mengenai keadaan cuaca dengan pihak terkait seperti BMKG," ujar EGM Bandara Radin Inten II Lampung Untung Basuki, saat dihubungi di Bandarlampung, Jumat.

Ia mengatakan sebagai upaya untuk menjaga keselamatan penerbangan yang dilakukan oleh pengelola bandar udara di Lampung, itu salah salah satunya dengan melakukan pemeriksaan secara berkala.

"Untuk antisipasi cuaca ekstrem terutama pada periode libur akhir tahun ini memang sudah dilakukan ram check untuk angkutan udara sejak awal periode Natal dan Tahun Baru," katanya.

Dia menjelaskan selain melakukan ram check, telah dilakukan pula pemeriksaan lapangan secara berkala di lingkungan bandar udara, seperti salah satunya di landasan pesawat.

"Semua mengintensifkan pemeriksaan, inspeksi lapangan setiap waktu termasuk saat ada waktu jeda penerbangan. Ini dilakukan untuk memastikan fasilitas tetap aman, serta keselamatan penerbangan dapat terpenuhi bagi pengguna transportasi udara," ucap dia.

Menurut dia hal tersebut dilakukan untuk menjaga keselamatan pengguna transportasi udara yang diperkirakan pada akhir tahun ini akan meningkat pada 31 Desember.

"Menjelang Tahun Baru kemungkinan besok akan jadi puncaknya. Pergerakan pesawat diperkirakan sama seperti saat Natal yaitu sekitar 18-20 pergerakan," ujarnya.

Selanjutnya, untuk jumlah pengguna transportasi udara diperkirakan akan berada di angka 2.200 orang pada akhir tahun ini.

"Jumlah perkiraannya masih sama dengan saat periode Natal, diharapkan dengan adanya intensifikasi pengawasan lapangan, penerbangan tidak ada kendala saat menghadapi cuaca ekstrem," tambahnya.