Pemilihan Mas dan Mbak Kampung Wisata Yogyakarta jadi ujung tombak promosi wisata

id Mas dan Mbak Kampung Wisata,kampung wisata,yogyakarta

Pemilihan Mas dan Mbak Kampung Wisata Yogyakarta jadi ujung tombak promosi wisata

Sejumlah pengunjung menikmati wisata pertanian modern Kampung Flory di Tridadi, Kabupaten Sleman, Yogyakarta. (Foto Antara/Victorianus Sat Pranyoto) (antara)

Yogyakarta (ANTARA) - Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta membuat terobosan baru dalam upaya memajukan kampung wisata di kota tersebut, dengan menggelar pemilihan Mas dan Mbak Kampung Wisata yang akan menjadi ujung tombak promosi tiap kampung wisata.

“Seluruh kampung wisata sudah melakukan pemilihan Mas dan Mbak sehingga total terdapat 18 pasang Mas dan Mbak,” kata Kepala Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta Wahyu Hendratmoko di Yogyakarta, Senin.

Menurut dia, Mas dan Mbak yang sudah terpilih diharapkan mampu menjadi brand ambassador yang memiliki tugas untuk mengenalkan, mempromosikan, dan memasarkan ragam potensi yang dimiliki tiap-tiap kampung wisata.



Salah satu contohnya adalah Kampung Wisata Giwangan yang memiliki berbagai tujuan wisata seperti Embung Lepen, Dermaga Cinta, dan kebun buah.

“Nantinya, Mas dan Mbak Kampung Wisata Giwangan bertugas mempromosikan potensi wisata dengan berbagai media supaya semakin dikenal luas,” katanya.

Mas dan Mbak Kampung Wisata juga bisa dilibatkan untuk menyambut tamu yang datang sekaligus memberikan informasi mengenai potensi wisata yang ada di kampung tersebut.

“Kami juga selalu mengarahkan tamu yang mengikuti kunjungan ke Pemerintah Kota Yogyakarta untuk datang berkunjung ke kampung wisata. Harapannya, bisa meningkatkan jumlah kunjungan wisata,” katanya.

Dari 18 kampung wisata yang sudah terbentuk di Kota Yogyakarta, Wahyu menyebut, baru sekitar 50 persen di antaranya yang mencatatkan jumlah kunjungan wisata yang baik.

“Masih perlu dorongan yang lebih kuat lagi supaya kampung wisata di Yogyakarta semakin berkembang dan mandiri,” katanya.

Selain sebagai garda terdepan untuk mempromosikan kampung wisata, Mas dan Mbak terpilih juga menjadi batu loncatan untuk kepentingan regenerasi pengurus di kampung wisata.

“Sebagian besar pengurus kampung wisata sudah berusia tua, hanya itu-itu saja. Makanya, kami berupaya melakukan regenerasi dengan pemilihan Mas dan Mbak,” katanya.

Oleh karenanya, syarat menjadi Mas dan Mbak Kampung Wisata pun dibatasi usia yaitu dari 18-25 tahun, warga di kampung atau kelurahan tempat kampung wisata berada, serta aktif di kegiatan kepemudaan.

Pemilihan di salah satu kampung wisata, yaitu Kampung Wisata Warungboto diikuti 11 peserta terdiri dari empat putra dan tujuh putri namun dari hasil seleksi tertulis hanya ada dua peserta putra dan tiga peserta putri yang dinyatakan lolos ke babak final.

Dewan juri yang terdiri dari sejumlah tokoh masyarakat dan pengurus Kampung Wisata kemudian menetapkan Muhammad Ikhsan sebagai Mas dan Yuli Dwi Puspa Kurnia Sari sebagai Mbak. Keduanya memiliki program untuk mempromosikan kampung wisata tersebut.

Ikhsan mengatakan, akan membuat paket wisata walking tour yang diberi nama Warto Eksplorer yaitu mengajak wisatawan berjalan kaki keliling kampung mengenal berbagai budaya dan kerajinan di Warungboto.

Yuli Dwi memiliki program bernama Didol Ing Kang Toto atau sedino dolan ing Kampung Wisata Warungboto (jalan-jalan seharian di Kampung Wisata Warungboto).

 
Pewarta :
Editor : Agus Wira Sukarta
COPYRIGHT © ANTARA 2022