Tumbuhkan budaya lokal asli Indonesia Pemerintah Kota Bandarlampung gelar festival wayang kulit

id Wali Kota Bandarpampung,Herman HN,Festival Wayang Kulit

Tumbuhkan budaya lokal asli Indonesia Pemerintah Kota Bandarlampung gelar festival wayang kulit

Peserta Festival Dalang Wayang Kulit sedang menunjukkan aksinya memainkan wayang di atas panggung, Rabu malam. (19/2/2020) (ANTARA/Dian Hadiyatna)

Bandarlampung (ANTARA) - Pemerintah Kota Bandarlampung menggelar festival dalang wayang kulit se-Provinsi Lampung guna menumbuh kembangkan budaya lokal asli Indonesia agar dapat lebih dikenal lagi oleh masyarakat baik nasional maupun internasional.

"Kegiatan ini sudah beberapa kali kita adakan di Kota Bandarlampung, tidak lain untuk melestarikan budaya lokal Indonesia," kata Wali Kota Bandarlampung, Herman HN, usai membuka secara resmi Festival Dalang Wayang Kulit Se-Provinsi Lampung, di Bandarlampung, Rabu malam.

Menurutnya, Provinsi Lampung tidak hanya dihuni oleh satu suku saja melainkan banyak suku, adat dan budaya yang menjadi keragaman daerah ini. Sehingga diperlukan perhelatan yang dapat memperkenalkan dan mengangkat seni-seni daerah maupun Indonesia.

"Saya berharap budaya lokal kita dapat berjalan bersama dengan budaya nasional, seperti wayang kulit ini yang dimainkan memakai bahasa Lampung, ini adalah hal yang bagus," ujarnya.

Ia pun mengatakan bila semua daerah dapat menjunjung tinggi budayanya serta bisa  menerima budaya nasional lainnya negara ini akan semakin kokoh.

"Pemkot Bandarlampung akan berusaha melestarikan semua budaya lokal maupun nasional gar dapat dikenal lagi oleh masyarakat luas," jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kota Bandarlampung, M Yudhi menjelaskan bahwa festival ini akan dilangsungkan selama empat hari ke depan di Tugu Adipura Kota Bandarlampung dan diikuti oleh puluhan dalang.

"Setiap Kabupaten/Kota di Provinsi Lampung mengirimkan wakilnya. Untuk perwakilan peserta yang paling banyak ada di Kabupaten Pringsewu," katanya.
Pewarta :
Editor : Samino Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar