Wuling E200 bisa mencari parkiran sendiri

id wuling, wuling e200,wuling e100

Wuling E100 (Antara News/Chairul Rohman)

Kendaraan ini dapat mencari parkir sendiri jika kita harus turun di lobi dan begitu juga sebaliknya jika kita sudah selesai.
Jakarta (ANTARA) - Kendaraan penumpang Wuling E100 yang sudah dipasarkan sejak Agustus 2017 yang lalu di China, dan Wuling E200 pada September 2018 lalu akan berkenalan dengan masyarakat Indonesia pada ajang Indonesia Electric Motor Show (IEMS) 2019.

Wuling E200 adalah pioner untuk intelegent auto driving, kendaraaan ini dapat dengan pintarya mencari parkiran sendiri yang hanya tinggal mengkoneksikan dengan telepon pintar penggunanya.

"Kendaraan ini dapat mencari parkir sendiri jika kita harus turun di lobi dan begitu juga sebaliknya jika kita sudah selesai. Namun, itu semua harus diimbangi dengan infrastruktur yang dapat terhubung dengan internet agar itu bisa berjalan dengan lancar," ujarnya.

Lebih dari itu, perbedaan yang terasa dengan Wuling E100 ialah dari segi kesunyian yang kian lebih baik dibandingkan dengan Wuling E100.

"Pengembangan yang paling kerasa dari kendaraan Wuling E200 ini adalah kurangnya tignkat kebisingan, sehingga E200 lebih kedap. Secara performa sama dengan yang E100," katanya.

Kendaraan kecil yang masih menggunakan setir bagian kiri dan memiliki bobot kurang dari satu ton ini memiliki dua tempat duduk di dalamnya, kehadiran itu tidak terlepas oleh adanya riset kebiasan masyarakat China pada saat hari kerja yang menggunakan kendaraan roda empat.

"Dua tempat duduk itu memang sudah menjadi kebiasaan masyarakat di China apabila hari kerja mereka kebanyakan mengisi kendaraan itu hanya dua orang dan dengan jarak tidak lebih dari 50 km," kata Product Planning SGMW Motor Indonesia (Wuling Motors), Danang Wiratmoko, di Jakarta, Selasa.

Kendati demikian, kebanyakan masyarakat di sana memiliki dua kendaraan yang berbeda jika dipakai untuk hari libur dengan membawa keluarga.

Kendaraan yang dikenal dengan nama Baojun di negara asalnya ini memiliki powertrain listrik dengan baterai lithium, dengan tenaga yang dihasilkan sebesar 29 kW dengan torsi maksimum110 Nm dengan kecepatan hingga 100km/h dengan jarak baterai penuh sanggup melesat hingga jarak 250 km.

Sebenarnya, dua kendaraan ini memiliki spesifikasi yang tidak terlalu berbeda antara Wuling E100 dan Wuling E200. Keduanya sudah dilengkapi dengan fitur canggih yang dapat menunjang penampilan dan kenyamanan dalam berkendara.
Bagian dalam dari Wuling E100 (Antara News/Chairul Rohman)

Kedua kendaraaan ini sudah dilengkai dengan keyless entry, start stop button, electric parking brake (EPB), konektivitas Bluetooth dan WiFi, hingga IntelligentAuto-driving dengan pemilihan tiga mode berkendara yaitu Eco, Normal, dan Sport.

Kedua mobil listrik asal Cina ini juga sudah dilengkapi dengan fitur keselamatan yang lengkap mulai dari Electronic Stability Control (ESC), Rear Parking Sensor, Parking Camera, ISOFIX, SRS Airbag, Tyre Pressure Monitoring System (TPMS), hingga sistem deselerasl ABS dan EBD.

Jika kendaraan ini dicas dengan daya 3300 kW kendaraan ini membutuhkan waktu 8-12 jam, sedangkan jika dicas dengan sumber listrik yang lebih besar kendaraan ini membutuhkan waktu hanya dalam 5 jam.

Dalam kesempatan yang sama Senior Brand Manager Wuling Motors, Dian Asmahani mengatakan, Wuling Indonesia belum berniat untuk memasarkan kendaraan ini di Indonesia dan masih melakukan studi untuk kendaraan listrik.

"Kita masih menunggu turunan dari menteri yang terkait. Buat kami, karena ini baru kita juga butuh waktu dan studi lebih dalam untuk mewujudkannya menjadi lebih baik," kata wanita yang akrab disapa Dian.

Kendati demikian, ia juga menjelaskan bahwa nantinnya tidak memutup kemungkinan kendaraan listrik dari Wuling akan diproduksi di pabrik Cikarang, Jawa Barat.

"Yang jelas dari awal segala produk untuk Indonesia, kami akan usahakan akan memproduksinya di pabrik kita yang memiliki lahan seluas 60 hektare di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat," katanya pula.
Pewarta :
Editor: Budisantoso Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar