Kinerja ekspor DFSK melonjak 80 persen

id DFSK,WULING,EKSPOR MOBIL

Kinerja ekspor DFSK melonjak 80 persen

Ekspor DFSK melonjak 80 persen (ANTARA/HO DFSK)

Jakarta (ANTARA) - PT Sokonindo Automobile selaku agen pemegang merek (APM) DFSK di Indonesia mengumumkan kinerja ekspor yang dikirimkan ke 15 negara di tiga benua, yakni naik hingga 80 persen pada kuartal pertama 2022.

Catatan ekspor DFSK di kuartal I tahun 2022 mencapai 510 unit kendaraan dari berbagai model dengan skema completely build up (CBU). Pencapaian itu meningkat 80 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu yakni 282 unit.

Marketing Head PT Sokonindo Automobile, Achmad Rofiqi, mengatakan, penerimaan positif itu menunjukkan bahwa kendaraan-kendaraan DFSK memiliki standar dan kualitas yang tinggi sehingga dapat diterima sesuai dengan standarisasi di tiap-tiap negara tujuan.



“DFSK terus mencatatkan pertumbuhan ekspor yang baik dari tahun ke tahun. Hal ini menjadi pertanda bahwa rencana kami dengan menjadikan Indonesia sebagai basis produksi untuk pasar global sudah tepat dan akan terus kami tingkatkan dari waktu ke waktu,” ungkap Achmad Rofiqi.

Kemudian melihat performa total ekspor di tahun 2021 saja sudah mencapai 2.141 unit kendaraan dengan berbagai model.

Diprediksi untuk total ekspor di tahun 2022 ini bisa menyamai dan bahkan melampaui pencapaian di tahun 2021 yang cukup gemilang.

Seluruh kendaraan untuk pasar ekspor DFSK diproduksi melalui Pabrik DFSK yang berada di Cikande, Serang, Banten dengan status salah satu pabrik otomotif tercanggih dan modern yang dimiliki oleh Indonesia karena sudah 90 persen mengadopsi teknologi robotik di proses produksinya.

Kendaraan-kendaraan yang dihasilkan di pabrik itu meliputi DFSK Super Cab, DFSK Glory 560 dan DFSK Glory i-Auto.

“Seluruh pencapaian yang sudah diraih sekarang ini akan memacu DFSK untuk menjaga kualitas serta standar tinggi yang sudah diterapkan selama ini. Ekspor ini juga menjadi langkah konkret kami dalam mendukung industri otomotif nasional dan membantu perputaran roda perekonomian Bangsa Indonesia,” pungkas Achmad Rofiqi.