Lomba perahu tradisional "Bala-Bala" lestarikan budaya Luwu Timur

id Lutim,Lomba Perahu Tradisional,Lomba Perahu Bala-Bala,antaralampung.com

Perlombaan perahu 'Bala-bala' Pelabuhan Wotu, Desa Bawalipu, Kecamatan Wotu, Minggu (25/08/2019). ANTARA Foto/HO-Humas Lutim

Perahu "Bala-bala" merupakan sarana masyarakat pesisir atau nelayan untuk mencari ikan.
Makassar (ANTARA) - Lomba perahu tradisional "Bala-bala" yang digelar dalam rangkaian Semarak 74 Tahun Kemerdekaan RI juga menjadi ajang pelestarian budaya di Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan.kata Bupati H Muhammad Thorig Husler.

"Kita harus melestarikan perahu tradisional ini dengan lomba serupa setiap tahunnya. Ini akan menjadi agenda rutin kita," kata Husler saat menghadiri perlombaan perahu 'Bala-bala' Pelabuhan Wotu, Desa Bawalipu, Kecamatan Wotu, Minggu.

Perahu "Bala-bala" merupakan sarana masyarakat pesisir atau nelayan untuk mencari ikan. Lomba ini dilaksanakan Himpunan Generasi Muda Islam (HIGMIS) Luwu Timur bagi masyarakat pesisir agar keberadaannya tidak punah.

Sebanyak 35 peserta dari berbagai daerah akan meramaikan lomba yang berlangsung dua hari, yakni 25-26 Agustus 2019.

Kepada peserta dan seluruh masyarakat pesisir, Husler meminta agar keberadaan "Bala-bala" tetap dijaga dan dilestarikan sebagai salah satu aset budaya di Luwu Timur.

Pada kesempatan itu, Husler menyerahkan pula bantuan pribadi sebesar Rp8 Juta kepada panitia sebagai bekal untuk menyukseskan kegiatan ini.

Turut hadir pada kesempatan tersebut yakni Kepala Dinas Kebudayaan Pemuda dan Olahraga Hamris, Plt. kepala Dinas PU Sahris Sain dan beberapa Kepala OPD lainnya.
Pewarta :
Editor: Budisantoso Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar