Orang Jepang makan ikan 80-100 kg setahun, Indonesia hanya 50,69 kg

id susi pudjiastuti,konsumsi ikan,makan ikan,orang jepang

Seorang pedagang menawarkan dagangannya di Pasar Lelang Bandarlampung, Harga cumi dan ikan laut lainnya turun karena hasil tangkapan nelayan setempat mulai banyak. (Hisar Sitanggang/Antaralampung.com)

Jakarta (ANTARA) - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menginginkan orang Indonesia dapat menyantap ikan dengan tingkat konsumsi yang sama seperti yang dilakukan oleh orang Jepang.

"Kita harus jaga laut kita agar ikannya tetap ada dan banyak. Kita ingin orang Indonesia makan ikan 80-100 kg setiap tahunnya seperti orang Jepang," kata Susi Pudjiastuti dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Jumat.

Berdasarkan data Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) tingkat konsumsi ikan rata-rata masyarakat Indonesia pada 2018 mencapai 50,69 per kilogram per kapita. Sedangkan target pada tahun 2019 ini diharapkan mencapai 54,49 kilogram per kapita.

Menurut Menteri Susi, konsumsi ikan perlu terus ditingkatkan karena protein yang terkandung pada ikan memberikan kontribusi terbesar dalam kelompok sumber protein hewani, yaitu sebesar 57,2 persen.

Ia mengatakan ikan juga memiliki komposisi asam amino lengkap dan mudah dicerna tubuh. Ikan, lanjutnya, juga terdiri dari beragam jenis, bentuk, warna, rasa, dan ukuran, serta dijual dengan harga yang dapat memenuhi semua segmentasi kelas ekonomi.

"Ikan itu dapat meningkatkan IQ kita sehingga lebih cerdas. Ikan juga mengandung antioksidan yang baik untuk kesehatan kulit biar awet muda. Bahkan ikan juga dapat mengurangi risiko kanker," ujar Susi.

Guna mendorong ketersediaan ikan di masyarakat,  Susi menyebut bahwa pemerintah siap membantu usaha atau badan ekonomi kecil masyarakat yang ingin memulai usaha di bidang perikanan.

Berkat upaya penegakan kedaulatan dan pengelolaan sumber daya perikanan dengan prinsip keberlanjutan yang diterapkan pemerintah, Susi menilai stok ikan lestari (maximum sustainable yield/MSY) di laut Indonesia kian membaik.

MSY Indonesia yang tercatat 7,31 juta ton pada 2013 meningkat hingga 12,5 juta ton di 2016. Kini diperkirakan MSY telah melampaui 13 juta ton. Dampaknya, kata dia, neraca perdagangan perikanan Indonesia berhasil menjadi yang nomor 1 di Asia Tenggara.

Baru-baru ini Indonesia tercatat menjadi negara pemasok tuna terbesar di dunia. "Ketegasan kita juga membuat laut Indonesia menjadi yang paling ditakuti di dunia," ujar Susi.

Ia berpendapat selain untuk mencegah gangguan pertumbuhan (stunting), mengonsumsi ikan juga membantu membangun sumber daya manusia (SDM) yang cerdas dan berkualitas.

 
Pewarta :
Editor: Hisar Sitanggang
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar