Sekda Waykanan Tinjau Persiapan Peresmian Bandara Gatot Soebroto

id bandara gatot soebroto,lanudad gatot soebroto,saipul,sekda waykanan

Sekda Kabupaten Waykanan Saipul tengah meninjau bandara Lanudad Gatot Subroto, Selasa (19/3). Bandara ini akan diresmikan menjadi bandara komersial pada awal April 2019. (Foto: Antaralampung.com/Emir FS)

Untuk mesin x-ray sudah datang, dan pembangunan ruang tunggu sedang dikerjakan oleh Ditjen Perhubungan Udara, Kementrian Perhubungan, kata Saipul
Bandarlampung (ANTARA) - Sekretaris Daerah Kabupaten Waykanan, Provinsi Lampung Saipul meninjau bandara Lanudad Gatot Soebroto untuk memastikan persiapan peresmian dan penerbangan perdana di bandara tersebut pada awal April 2019.

"Saya mau melihat lokasi bandara untuk memastikan persiapan peresmian bandara yang rencananya akan dilakukan oleh Presiden Joko Widodo pada awal April mendatang," kata Sekda di Waykanan, Rabu.

Selain peresmian, juga akan dilakukan penerbangan perdana Halim Perdanakusuma (Jakarta)-Bandara Lanudad Gatot Soebroto Waykanan.

Menurut dia, Bandara Gatot Soebroto Way Tuba ini akan menjadi bandara komersial pada awal April 2019 dan akan melakukan penerbangan perdana dari Waykanan Lampung sampai Halim Perdanakususma, Jakarta.

Untuk mendukung penerbangan perdana, pemerintah pusat telah melakukan persiapan dengan mendatangkan beberapa perlengkapan peralatan bandara seperti x-ray, pembangunan ruang tunggu sementara, ruang kedatangan dan lainnya.

"Untuk mesin x-ray sudah datang, dan pembangunan ruang tunggu sedang dikerjakan oleh Ditjen Perhubungan Udara, Kementrian Perhubungan," kata Saipul.

Ia menjelaskan, sambil menunggu pembangunan ruang tunggu dan kedatangan selesai dibangun, para penumpang akan disediakan tempat tunggu sementara yang nyaman bagi calon penumpang.

Sebelumnya, Bupati Waykanan Raden Adipati Surya mengatakan, keberadaan Bandara Lanudad Gaotot Soebroto diharapkan mampu mengangkat perekonomian daerahnya, karena akan mempermudah transportasi bagi masuknya investasi.

Ia menilai keberadaan bandara ini cukup strategis karena bisa melayani warga dari lima kabupaten tetangga yang akan bepergian menggunakan transportasi udara, di antaranya Kabupaten OKU Timur, dan Kota Baturaja (Sumatera Selatan). ***1***
(EM*E003)
Pewarta :
Editor: Edy Supriyadi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar