BI prediksi perekonomian Bengkulu menguat 5,1 persen triwulan II 2024

id Bengkulu, ekonomi daerah, bi, bank Indonesia, inflasi

BI prediksi perekonomian Bengkulu menguat 5,1 persen triwulan II 2024

Rilis perekonomian Provinsi Bengkulu triwulan II 2024 oleh Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Bengkulu di Bengkulu, Selasa. (ANTARA/Boyke Ledy Watra)

Bengkulu (ANTARA) - Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Bengkulu memprediksi perekonomian daerah itu menguat cukup baik ke angka 4,3-5,1 persen pada triwulan II tahun 2024.
 
"Perekonomian Provinsi Bengkulu pada triwulan II 2024 diprakirakan menguat sebesar 4,3-5,1 persen dibandingkan triwulan I yang tumbuh sebesar 3,9-4,5 persen," kata Kepala Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Bengkulu Darjana di Bengkulu, Selasa.

Dia mengatakan penguatan ekonomi Bengkulu di triwulan II ini didorong oleh konsumsi masyarakat yang meningkat pada momen hari besar keagamaan nasional (HBKN) Idul Fitri dan Idul Adha.
 
"Periode itu ditopang oleh pemberian THR secara penuh kepada ASN, penyaluran bansos, dan periode libur panjang lebaran," kata dia.
 
Pentingnya pemberian THR tersebut juga mengingatkan perekonomian provinsi berjuluk Bumi Rafflesia itu didominasi oleh sektor konsumsi, sehingga pada periode HBKN terjadi peningkatan konsumsi rumah tangga.
 
"Di sisi lapangan usaha, terdapat peningkatan pada sektor transportasi dan pergudangan seiring meningkatnya mobilitas masyarakat pada momen HBKN serta sektor perdagangan yang meningkat seiring dengan meningkatnya konsumsi rumah tangga," kata dia lagi.
 
Lebih lanjut, perekonomian Bengkulu terdorong naik juga karena kinerja pertanian diprakirakan membaik seiring dengan masuknya masa panen.
 
Beberapa peluang yang dapat menggeret ekonomi Bengkulu ke angka lebih tinggi yakni kenaikan harga CPO pasca konflik antara Iran-Israel. Kemudian, kata dia kenaikan harga batu bara global dan meningkatnya permintaan dari China serta India.
 
"Hal itu dapat mendorong kinerja ekspor Bengkulu," kata Darjana.
 
Namun beberapa persoalan daerah akan menjadi tantangan perekonomian Bengkulu, seperti bencana banjir berpotensi menyebabkan gagal panen. Kemudian, bencana tanah longsor yang dapat menghambat proses distribusi, dan berdampak pada kinerja sektor perdagangan.
 
"Pemilu satu putaran menahan pertumbuhan konsumsi pemerintah lebih tinggi. Pendangkalan Pelabuhan Pulau Baai juga dapat menghambat aktivitas ekspor," ujarnya
 
.