Tentara Kurdi tetap bertahan di Kirkuk

id Irak, Kurdi, Suriah, Turki

Pasukan Peshmerga Kurdi (rt.com)

Baghdad  (Antara/Reuters) - Petempur Peshmerga Kurdi mengabaikan sebuah peringatan dari pasukan paramiliter Irak untuk mundur dari persimpangan strategis di sebelah selatan kota Kirkuk, kata seorang petugas keamanan Kurdi pada Minggu.

Pasukan Mobilisasi Populer, yang dibentuk dan dilatih Iran, memberi peringatan kepada Peshmerga hingga tengah malam waktu setempat (04.00 WIB) untuk meninggalkan kedudukannya di sebelah utara persimpangan Maktab Khalid, kata petugas dari Dewan keamanan Pemerintah Daerah Kurdistan (KRG).
         
Kedudukan tersebut mengendalikan jalan menuju pangkalan udara dan beberapa ladang minyak yang berada di wilayah Kirkuk, kata petugas tersebut. Kota dan daerah sekitarnya, termasuk ladang minyak, berada di bawah kendali Kurdi.
         
Tidak ada bentrokan yang dilaporkan terjadi, sekitar satu jam setelah batas waktu tersebut, namun seorang penduduk mengatakan puluhan pemuda Kurdi ditempatkan di sekitar Kirkuk dengan membawa senapan mesin sebagai tanggapan atas peringatan pengerahan.
         
KRG dan pemerintah pusat pimpinan Syiah di Baghdad berselisih sejak referendum kemerdekaan Kurdi digelar pada bulan lalu di Irak utara.

Otoritas Kurdi mengatakan pada Jumat bahwa mereka telah mengirim ribuan lebih tentara menuju Kirkuk untuk menghadapi "ancaman" Irak.
         
Perdana Menteri Irak Haider al-Abadi berulang kali membantah adanya rencana untuk menyerang Kurdi. Mobilisasi Populer adalah sebuah pasukan terpisah dari tentara reguler dan secara resmi melapor kepada Abadi. Mereka dikerahkan di sebelah selatan dan barat Kirkuk.
         
Kirkuk, kota yang berpenduduk lebih dari satu juta orang, memang berada di luar wilayah KRG, namun pasukan Peshmerga ditempatkan di kota itu sejak 2014, ketika pasukan keamanan Irak mengalami kemunduran menghadapi serangan kelompok IS. Pengerahan pasukan Peshmerga dimaksudkan untuk mencegah jatuhnya ladang minyak di Kirkuk ke tangan kelompok IS.
         
Pemerintah pusat di Baghdad telah mengambil serangkaian langkah untuk mengucilkan daerah mandiri Kurdi, sejak mereka menggelar referendum kemerdekaan, termasuk melarang penerbangan internasional menuju daerah tersebut.

    
Antara/Reuters
Aulia/M. Anthoni




Editor: Hisar Sitanggang
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar