Harga daging sapi sudah normal

id Daging, sapi, pasar, stok daging

Ilustrasi pedagang daging sapi (ANTARA/Regina Safri)

Bandarlampung (Antara Lampung) - Harga daging sapi di Kota Bandarlampung sudah mencapai harga normalnya, yakni Rp120 ribu/kg, setelah sebelumnya sempat mencapai Rp150 ribu/kg.
    
Sejumlah pengunjung Pasar Lelang Telukbetung di Bandarlampung
, Rabu, menyebutkan mereka membeli daging sapi secukupnya meski harganya turun, karena harganya masih jauh lebih mahal dibandingkan harga ikan dan daging ayam.
    
"Harga daging Rp120 ribu masih tergolong tinggi kalau mengingat Lampung sebagai sentra usaha penggemukan sapi," kata Cindy, salah satu pengunjung.
    
Sementara itu, stok daging cukup memenuhi kebutuhan, meski aktivitas pasar belum pulih karena masih banyak pedagang yang belum berjualan.
    
Harga normal daging di Kota Bandarlampung sejak tahun lalu mencapai Rp120.000/kg, dan umumnya yang dijual adalah daging sapi impor hasil penggemukan.
    
Warga Bandarlampung tetap lebih suka membeli daging sapi segar, meski harganya lebih mahal dibandingkan harga daging beku impor.
    
Sehubungan  harga sapi di tempat penggemukan sekitar Rp43.700 hingga Rp45 ribu/kg, maka harga eceran daging sapi mencapai Rp120 ribu hingga Rp130 ribu/kg.
    
Di Lampung terdapat 11 feedloter dengan kapasitas kandang 117.700 ekor. Sapi impor yang digemukkan di Lampung didatangkan dari Australia melalui Pelabuhan Panjang, Bandarlampung.
    
Setelah digemukkan, sapi-sapi itu kemudian dikirimkan ke sejumlah wilayah, seperti Jakarta, Bogor, Tangerang, Bekasi, dan sejumlah daerah lain di Jawa Barat.
    
Provinsi Lampung bertekad menjadi lumbung ternak nasional. Lampung bersama Jawa Timur, Jawa Tengah, Sulawesi Selatan, dan Nusa Tenggara Barat saat ini tercatat sebagai lumbung ternak. 

ANTARA
Editor: Hisar Sitanggang
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar