Sulteng kembangkan kopi Lampung

id kopi Lampung, kopi, robusta

Buah kopi Lampung (Antaralampung.com)

Palu  (Antara Lampung) - Dua kabupaten di Provinsi Sulawesi Tengah, yakni Poso dan Sigi, merupakan penghasil komoditas kopi terbesar di daerah itu.
 Kopi Lampung yang menjadi pilihan petani setempat untuk dibudidayakan.

       
"Kebanyakan kopi yang beredar di pasaran Kota Palu berasal dari petani Poso dan Sigi," kata Kepala Seksi Usaha dan Prasarana Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sulteng, Rudi Zulkarnain, di Palu, Rabu.
        
Ia mengatakan lokasi pembudiyaan tanaman kopi di Kabupaten Poso paling besar di Dataran Tinggi Napu atau Kecamatan Lore.
        
Dia tidak memerinci kecuali mengatakan di Dataran Tinggi Napu sejak beberapa tahun terakhir banyak dikembangkan tanaman kopi robusta, arabika dan kopi lampung.
        
Strukstur tanah dan iklim di wilayah tersebut sangat cocok untuk pengembangan tanaman kopi. Bukan hanya kopi, tetapi juga tanaman hortikultura baik buah-buahan maupun sayuran.
        
Petani di dataran itu lebih tertarik mengembangkan tanaman kopi dibandingkan lainnya seperti kakao.
        
Sementara di Kabupaten Sigi, kata Rudi tanaman kopi banyak dikembangkan petani di Kecamatan Kulawi, Kulawi Selatan dan Pipikoro dan Kecamatan Lindu.
        
Wilayah-wilayah tersebut merupakan sentra produksi kopi dan sangat laris dijual di pasaran Kota Palu.
         
"Kopi-kopi dari Poso dan Sigi sangat dikenal dan disukai masyarakat di Ibu Kota Provinsi Sulteng," kata dia.
        
Berdasarkan data Dinas Perkebunan Sulteng menyebutkan luas areal tanaman kopi robusta di daerah ini tercatat 10.884 hektare dengan jumlah produksi per tahunnya sekitar 7.674 ton.
       
Sigi merupakan sentral produksi terbesar rata-rata 5.581 ton per tahun. Luas areal tanaman kopi di Kabupaten Sigi saat ini 5.581 hektare.
       
Luas dan produksi kedua terbesar adalah Kabupaten Poso. Luas areal tanaman kopi di daerah itu 1.266 hektare dengan jumlah produksi 737 ton per tahun.
      
Sementara areal tanaman kopi arabica hanya di Kabupaten Poso dengan luas areal saat ini baru sekitar 257 hektare dengan produksi 147 ton per tahun.
 
Pewarta :
Editor: Hisar Sitanggang
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar