BP2MI kerja sama dengan BNI guna fasilitasi CPMI tidak miliki biaya

id Lampung,Bandarlampung,PMI,BP2MI,BNI

BP2MI kerja sama dengan BNI guna fasilitasi CPMI tidak miliki biaya

Kantor UPT Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Lampung. (ANTARA/Dian Hadiyatna)

Bandarlampung (ANTARA) - UPT Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Lampung bekerjasama dengan BNI guna memfasilitasi calon pekerja migran Indonesia (CPMI) yang ingin bekerja ke luar negeri namun tidak memiliki biaya.

"Kami selaku aparat ingin membantu pihak PMI yang memang mereka ingin bekerja tapi tidak ada modal ke luar negeri," kata Kepala UPT BP2MI Lampung, Ahmad Salabi, di Bandarlampung, Rabu.

Menurutnya, hal tersebut dilakukan karena BP2MI melihat animo di Lampung dimana banyak masyarakat yang ingin menjadi PMI, namun karena biayanya besar akhirnya sebagian besar dari mereka memilih meminjam ke pihak ketiga yang memiliki bunga cukup tinggi.

"Memang selama ini ada pinjaman dari salah satu bank, tapi CPMI ini tidak bisa langsung meminjam, mereka harus lewat orang ketiga dahulu sehingga bunga yang dibayarkannya pun besar dan hal itu tentunya mempengaruhi penghasilan yang didapatkan mereka dari bekerja di luar negeri," kata dia.

Ia mengatakan bahwa dengan bekerjasama dengan BNI diharapkan penghasilan PMI tidak terpotong besar karena bunga yang ditawarkannya pun murah dan mereka bisa langsung berinteraksi dengan pihak perbankan tanpa melalui pihak ketiga.

"Oleh sebab itu kami coba memangkas hal itu dengan memfasilitasi mereka melakukan peminjaman uang dengan bunga yang relatif rendah dengan bekerjasama dengan BNI," kata dia.

Dia pun menjelaskan bahwa CPMI yang dapat mengajukan pinjaman tanpa jaminan (agunan) tersebut adalah mereka yang telah mendapatkan rekomendasi BP2MI.

"Ya jadi kami nanti yang merekomendasikannya ke pihak Bank dan pinjamannya itu maksimal Rp50 juta," kata dia.

Ia mengatakan bahwa pinjaman ini pun tidak diberikan secara langsung semuanya Rp50 juta, namun disesuaikan dengan keperluan mereka saat proses keberangkatan. 

"Karena memang pinjaman ini untuk membantu CPMI yang ingin berangkat tapi tidak ada biaya untuk mengurus persyaratannya seperti passport dan sebagainya. Kalau untuk teknis pembayaran mereka itu nanti lebih ke pihak bank bagaimananya," ujarnya.


 
Pewarta :
Editor : Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2022