Tim SAR tutup pencarian longsor Sumedang karena seluruh korban ditemukan

id longsor Sumedang,Tim SAR,tutup,pencarian,korban,meninggal dunia,longsor,sumedang

Tim SAR tutup pencarian longsor Sumedang karena seluruh korban ditemukan

Tim SAR temukan seluruh korban dalam longsor di Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. (ANTARA/HO-Kantor SAR Bandung)

Bandung (ANTARA) - Tim Pencarian dan Pertolongan (SAR) Bandung beserta unsur gabungan menutup operasi pencarian korban bencana longsor di Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Senin, setelah semua korban ditemukan.

Kepala Kantor SAR Bandung Deden Ridwansyah mengatakan pencarian itu dinyatakan ditutup setelah satu korban dalam pencarian yang tersisa ditemukan pada pukul 21.13 WIB sehingga 40 korban yang tertimbun sejauh ini berhasil ditemukan dan dievakuasi Tim SAR.

"Keberhasilan ini berkat kerja sama yang baik antara unsur yang ada di lapangan, sehingga semua korban yang menjadi korban bencana longsor ini berhasil dievakuasi di hari ke-10 ini," kata Deden di Posko Koordinasi SAR Gabungan di Cimanggung, Kabupaten Sumedang.

Pada hari ke-10 pencarian ini, menurutnya, ada delapan orang yang ditemukan sejak pencarian dimulai pada pagi hari. Maka dari itu, ia menyatakan pencarian ini sesuai dengan target yakni tepat selesai pada tiga hari perpanjangan pencarian.

Sebelumnya Tim SAR menyatakan proses pencarian diperpanjang hingga tiga hari setelah pencarian menginjak hari ketujuh pada Jumat (15/1). Peristiwa longsor itu sendiri terjadi pada Sabtu (9/1) petang dan malam hari.

Sementara itu Kapolres Sumedang AKBP Eko Prasetyo mengatakan pada tiga hari terakhir ini cuaca di kawasan itu memang cukup mendukung proses pencarian.

Selain itu, sejauh ini seluruh korban meninggal dunia yang berjumlah 40 orang itu berhasil teridentifikasi identitasnya oleh dokter dari kepolisian.

"Malam ini juga berhasil teridentifikasi, sehingga korban dapat segera dikebumikan oleh keluarga, ini berkat sinergi semuanya dan ini kehendak Allah," kata Eko.



 
Pewarta :
Editor : Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar