Putri mendiang Ustadz Jefri Al Buchori, Adiba Uje sempat merasa terbebani bawakan lagu ayahnya

id adiba uje,adiba kanza az-zahra,adiba khanza az-zahra,Lagu ramadhan

Putri mendiang Ustadz Jefri Al Buchori, Adiba Uje sempat merasa terbebani bawakan lagu ayahnya

Putri mendiang Ustadz Jefri, Adiba Kanza. (Instagram/adiba.knza)

Jakarta (ANTARA) - Putri mendiang Ustadz Jefri "Uje" Al Buchori, Adiba Kanza, mengaku sempat merasakan beban untuk membawakan kembali karya sang ayah berjudul "Bidadari Surga" bersama dengan penyanyi religi Syakir Daulay.

"Ada (beban), karena aku udah lama banget enggak nyanyi lagi, apalagi aku enggak ada background di entertainment sebelumnya," ungkap Adiba melalui konferensi virtual, Senin.

Beban itu, lanjut dia, muncul karena ia takut gagal untuk membawakan lagu legendaris tersebut sebagus versi asli yang dibawakan sang ayah pada 2013 lalu.



"Awalnya takut enggak sebagus aslinya, merasa deg-degan karena aku bukan penyanyi profesional. Tapi karena ini buat ayah, jadi aku pede-in aja," kata dia.

Kehadiran Syakir juga menjadi faktor yang menumbuhkan rasa percaya diri Adiba, karena telah berteman dalam beberapa waktu.

"Dan karena ini lagu ayah, dan duet bareng Syakir yang sudah kenal lama, aku terima tawaran untuk membawakan lagu 'Bidadari Surga'," kata dia.

"Seru pas recording, enggak merasa deg-degan kayak awalnya, dan karena sudah saling kenal juga enggak awkward," tambah Adiba sembari tertawa.

Ia berharap, lagu kolaborasinya bersama Syakir dapat diterima oleh generasi muda. "Semoga pendengar bisa lebih mendalami isinya dan relate dengan semua orang, terutama anak muda."

Ketika ditanya apakah ia akan melebarkan sayapnya di dunia tarik suara, Adiba mengaku masih belum berpikir hingga tahap tersebut, lantaran ingin fokus ke dunia pendidikan.

"Untuk stay di dunia entertainment, aku belum tahu dan masih harus selesaikan kuliah. Dan cita-citanya memang belum ingin masuk ke entertainment, tapi ya enggak menutup kemungkinan juga untuk ke sana," kata dara yang akan menginjak usia 20 tahun itu.





 
Pewarta :
Editor : Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar