Satgas Pangan Kota Bandarlampung temukan makanan tidak sesuai dengan tata laksana

id Pemkot Bandarlampung,Satgas Pangan

Satgas Pangan Kota Bandarlampung temukan makanan tidak sesuai dengan tata laksana

Satgas Pangan Kota Bandarlampung saat memberikan konfrensi pers terkait temuan mereka saat melakukan sidak pangan ke sejumlah Supermarket, Selasa. (25/2/2020).(Foto : ANTARA/Dian Hadiyatna)

Bandarlampung (ANTARA) - Satuan petugas (Satgas) pangan Kota Bandarpampung yang terdiri dari Dinas Ketahanan Pangan, Kesehatan dan Satpol PP serta Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) setempat melakukan inspeksi mendadak ke sejumlah supermarket dan menemukan beberapa makanan yang tidak sesuai tata letak dan laksananya.

"Tujuan kita melaksanakan kegiatan ini dalam rangka pengawasan dan pembinaan kepada supermarket yang ada di Bandarlampung agar memperhatikan kebersihan dan tata laksana," kata Kepala Satgas Pangan Bandarlampung yang juga Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Bandarlampung, Kadek Sumartha di Bandarlampung, Selasa.

Di salah satu supermarket, lanjut dia pihaknya menemukan salah satu gudang penyimpan makanan yang bersebelahan dengan tempat pembuangan sampah sehingga aromanya juga masuk ke dalam tempat penyimpanan barang tersebut.

Kemudian, tempat penyimpanan makanan yang bercampur dengan barang-barang beracun, dan juga tempat penyimpan daging yang bercampur antara daging A dan B.

"Hal-hal seperti ini yang kita minta kepada pihak supermarket untuk membenahi, masa ia tempat sampah hanya berbatas dinding dengan gudang makanan dan tempat penyimpanan makanannya bercampur begitu," jelas dia.

Menurutnya, semua itu dilakukan untuk mengantisipasi agar makanan yang akan dibeli masyarakat terbebas dari kontaminasi bahan-bahan berbahaya dan layak untuk dikonsumsi.

Sementara itu, manajemen dari salah satu supermarket, Doni mengatakan bahwa pihaknya akan segera memperbaiki tata laksana dan lebih memperhatikan kebersihan di tempatnya.

"Kita akan laksanakan apa yang diminta oleh satgas pangan tapi itu butuh waktu karena merubah tata laksana dan tempat tidak mudah seperti membalikkan telapak tangan," ujar dia.

Ia menyebutkan, untuk tempat sampah yang berdekatan dengan gudang penyimpanan makanan pihaknya membutuhkan waktu karena harus mencari tempat yang pas agar aromanya tidak mengganggu masyarakat sekitar.

"Sebenarnya kita sudah sesuai SOP-nya, memang resikonya kalau di tempat yang lama aroma busuknya pegawai kita yang mencium aromanya tapi masalahnya kalau mau dipindahkan kita juga harus mencari lokasi yang tidak menimbulkan masalah baru," terangnya.
Pewarta :
Editor : Samino Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar