Geliat literasi di Tanjung Serayan

id Hari Aksara,Literasi,Antara Lampung,UNILA,Lampung,Generasi muda mengajar

Ronaldo Sisda salah seorang tenaga pengajar muda tengah mengalakkan literasi di desa Tanjung Serayan, Mesuji, Lampung, Rabu (04/09/2019). ANTARA/Ruth Intan Sozometa Kanafi

Bandarlampung (ANTARA) - Ronaldo Sisda salah seorang tenaga pengajar muda lulusan Universitas Lampung, tidak canggung mengajar dan menggalakkan literasi di Desa Tanjung Serayan, Kabupaten Mesuji, Provinsi Lampung.

"Bagi saya literasi merupakan hal terpenting yang harus digalakkan sejak dini untuk mencerdaskan anak bangsa. Sehingga dengan adanya motivasi tersebut, saya memberanikan diri ikut serta terjun ke masyarakat dalam program
Lampung Mengajar periode 2017-2019", ujar Edo saat dihubungi dari Bandarlampung, Rabu.

Menurut Edo, dirinya tergugah untuk mengajar ke pelosok desa bermula ketika ikut serta dalam program kuliah kerja nyata, dan berlanjut hingga dirinya mengabdi di salah satu desa di Lampung Barat.

"Saya prihatin ketika melihat banyak orang tua di desa tidak dapat membaca ataupun menulis. Sehingga saya berfikir tidak ada yang memotivasi anak-anak membaca bila orang tua tidak dapat membaca, dan di saat itulah saya hadir di tengah mereka", katanya.

Menurut Edo, anak-anak lazimnya telah mengenal literasi sejak dini, agar di jenjang selanjutnya dapat belajar lebih banyak hal untuk memperluas wawasan mereka.

Hingar bingar kota dan materi tidak dihiraukan demi mengajar dan mencerdaskan masyarakat desa.

"Saya sejak awal tidak mementingkan uang, karena ambisi saya bukan materi namun pengalaman dan kontribusi mencerdaskan anak bangsa", katanya.

Baginya, meski kini telah lolos seleksi aparatur sipil negara, dirinya tetap ingin mencerdaskan anak-anak di daerah salah satunya dengan menjadi tenaga pengajar di Desa Tanjung Serayan Mesuji.



 
Pewarta :
Editor: Hisar Sitanggang
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar