Pembangunan jalan akses jalan pariwisata Kendari-Toronipa dimulai

id jalan

Gubernur Ali Mazi (menunduk) disaksikan pejabat Forkopimda Sultra saat melakukan peletakan batu pertama cor beton akses jalan wisata yang menghubungan Kota Kendari menuju Toronipa Kabupaten Konawe, (FOTO ANTARA/ Azis Senong)

Jalan sepanjang 14,6 kilometer itu dibangun dengan anggaran semula Rp2,8 triliun namun kemudian direvisi menjadi Rp1,1 triliun.
Kendari (ANTARA) - Gubernur Sulawesi Tenggara Ali Maz meletakkan batu pertama dimulainya pembangunan akses jalan pariwisata yang menghubungkan Kota Kendari menuju pantai di Toronipa Kecamatan Soropia, Kabupaten Konawe, Selasa.

Peletakan batu pertama itu ditandai dengan pemasangan batu dan cor beton gubernur Sultra, kemudian berturut-turut Ketua DPRD Sultra Abdurahman Saleh, Kapolda Sultra Brigjen Polisi Iriyanto, Kabinda, Kakanwil Kemenhum HAM, Bupati Konawe Kery Saiful Konggoasa serta mewakili Wali Kota Kendari dan pejabat OPD Provinsi lainnya, serta perwakilan tokoh masyarakat di wilayah itu.

Menurut gubernur jalan sepanjang 14,6 kilometer itu dibangun dengan anggaran semula Rp2,8 triliun namun kemudian direvisi menjadi Rp1,1 triliun karena adanya perubahan geometrik jalan maupun perubahan jalur jalan yang semula membentang di atas laut sepanjang 5 kilometer dan diubah menelusur pinggir panti sehingga hanya membutuhkan reklamasi pantai.

"Jadi taget pembangunan jalan tahun 2019 ini sepanjang 2,1 kilometer dengan anggaran sebesar Rp144 miliar dan tahun berikutnya akan menggunakan anggaran secara multi years," katanya.

Pembangunan jalan tersebut, katanya, memang memerlukan kerja keras dari semua pihak, karena masih dihadapkan beberapa kendala mulai dari tata ruang wilayah, penetapan kawasan strategis pariwisata provinsi hingga penggunaan lahan.
Gubernur Ali Mazi bersama Bupati Konawe, Kery Saiful Konggoasa saat melakukan peletakan batu pertama cor beton akses jalan wisata yang menghubungkan Kota Kendari menuju Toronipa Kabupaten Konawe. (FOTO ANTARA/ Azis Senong)

Oleh karena itu, pemerintah provinsi harus mengambil langkah cepat, yaitu melakukan peninjauan terhadap Peraturan Daerah Nomor 2 tahun 2014 tentang tata ruang wilayah provinsi, kemudian dilakukan dengan langkah berikutnya yaitu revisi Perda tentang RTRW Provinsi dan secara bersama akan dilakukan penyusunan rencana indik pembangunan kawasan strategis parawisata provinsi bahwa Toronipa dan sekitarnya akan menjadi kawasan parawisata.

Kehadiran pembangunan jalan Kendari Toronipa ditinjau dari pemanfaatannya, katanya, akan berdampak positi bagi kedua wilaya Kota Kendari dan Kabupaten Konawe, karena dibalik semua itu, kawasan Toronipa yang berada di jalur alternatif karena menghubungan Pulau Hoga Wakatobi, Labengki di Konawe Utara dan beberapa potensi wisata bahari lainnya.

"Yang pasti bahwa jalur ini kelak akan semakin berkembang dan memberi dampak bagi perekonomian masyarakat karena sudah ada kawasan industri Konawe dan Pelabuhan Kendari 'New Park' sehingga akan memperkuat manfaat pembangunan jembatan Teluk Kendari yang kini dalam proses penyelesaian pembangunan," demikian Ali Mazi.




 
Pewarta :
Editor: Budisantoso Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar