Hutama Karya : Arus kendaraan Tol Palindra tidak terganggu kebakaran lahan

id Kebakaran lahan, tol palindra, kebakaran dekat tol palindra, kabut asap di tol palindra, tol palembang Indralaya, jalan

Hutama Karya : Arus kendaraan Tol Palindra tidak terganggu kebakaran lahan

Kebakaran lahan yang berjarak 20 meter dari sisi Jalan Tol Palindra pada Senin malam (5/7) (Antara News Sumsel/Aziz Munajar/19)

Palembang (ANTARA) - Arus kendaraan yang masuk maupun keluar melalui jalan Tol Palembang-Indralaya tidak terganggu kebakaran lahan gambut di sekitarnya meski dikepung asap dalam lima hari terakhir.

Kepala Cabang Tol Palindra PT Hutama Karya (HK), Darwan Edison, Rabu, mengatakan, jumlah arus kendaraan rata-rata perhari masih normal dan tidak terpengaruh kebakaran lahan.

"Arus kendaraan yang melintas masih 11.000 - 12.000 unit, untuk akhir pekan juga masih 13.000-15.000 unit, sejauh ini belum ada penurunan," ujar Darwan Edison kepada Antara.

Menurutnya, lahan gambut di Kabupaten Ogan Ilir memang terbakar sejak Jumat malam (2/8) hingga hari ini, akibatnya asap pekat melintas di atas tol sepanjang 22 km tersebut, baik siang maupun malam hari.

Meski demikian asap yang melintas tidak membahayakan karena tidak mengganggu jarak pandang secara menyeluruh, api juga tidak sampai merembet ke badan tol sebab terdapat pagar pembatas berjarak 15 meter yang menghalangi lajur api.

Kebakaran lahan tersebut lebih berdampak ke jalan lintas Palembang-Indralaya yang tidak memiliki pembatas sehingga kecil kemungkinannya Tol Palindra ditutup karena faktor asap.

"Jika ada asap melintas di atas tol maka petugas kami berjaga di lokasi tersebut untuk memasang rambu dan mengingatkan pengendara guna memperlambat laju saat melintas di antara asap," jelas Edison.

Kebakaran, kata dia, umumnya terjadi di lahan kosong yang pemiliknya tidak diketahui, lahan-lahan gambut tersebut memang pernah dan kerap terbakar sebelum Tol Palindra dibangun pada 2015.

Kabupaten Ogan Ilir merupakan satu dari sembilan kabupaten yang dinyatakan rawan mengalami karhutla di Sumsel karena di kabupaten ini terdapat ratusan hektare lahan gambut.
Pewarta :
Editor : Hisar Sitanggang
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar