Warga mulai ramai kunjungi lokasi wisata pantai di Lampung

id Pantai Mutun Lampung,Tempat Hiburan/pantai/mal Objek wisata Lampung, Wisata pantai Lampung, Mal di Lampung, Idul Fitri 1440 H, Idul Fitri 1440 di Lam

Wahana objek wisata pantai menumpang Banana Boat menjadi kegemaran para wisatawan di masa liburan sekolah di pantai Pulau Tangkil, dan Pantai Mutun, Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung, (FOTO ANTARA/M.Tohamaksun)

Bandarlampung (ANTARA) - Warga yang berasal dari berbagai daerah mulai ramai mengunjungi lokasi wisata pantai yang ada di Provinsi Lampung pada Lebaran kedua.

Divisi Bisnis dan Pemasaran  Pantai Mutun Kabupaten Lampung Selatan Provinsi Lampung, A. Riko Kamis, mengatakan bahwa ada  peningkatan pengunjung yang berwisata ke tempatnya.

"Dibandingkan hari libur biasa sudah pasti peningkatan jumlah pengunjung ada, namun bila diukur per tahun kondisi pengunjung masih flat," kata dia.

Menurut dia, banyaknya lokasi-lokasi wisata baru di jalur yang sama membuat para wisatawan yang ingin berlibur tidak hanya menuju Pantai Mutun saja sehingga setiap tahunnya setiap libur hari raya Lebaran maupun hari besar lainnya bisa dikatakan tidak ada peningkatan.

Untuk membuat wisatawan dapat tertarik dan juga mempertahankan eksistensi Pantai Mutun pihak manajemen membuat beberapa perombakan di beberapa titik wahana di pantai dan menambah spot-spot foto untuk para pengunjung.

"Selain ada banana boat, kano kami juga menambah beberapa fasilitas untuk pengunjung seperti penambahan spot foto, kafe dan pondokan," kata dia.

Sementara itu salah satu pengunjung pantai asal Bandung Rido (27) mengatakan bahwa  pantai ini sudah cukup teratur, bersih, dan tertata rapi.

"Saya ke sini bersama keluarga, dan sudah tiga kali ke sini, sekarang kondisi pantai ini sudah cukup baik dari tahun-tahun yang lalu," kata dia.

Ia mengatakan memilih Pantai Mutun memang karena jaraknya tidak terlalu jauh dari perkotaan dan pantainya juga lumayan bagus dan bersih cocok untuk berlibur bersama keluarga dan anak-anak.
 
Pewarta :
Editor: Hisar Sitanggang
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar