Warga Bandarlampung Keluhkan Gorong-gorong Mampet

id gorong-gorong, bandarlampung, mampet

Warga Jalan Basuki Rahmad, Gang H Nurdin, Kelurahan Gedong Pakuon, Kecamatan Telukbetung Selatan (TBS), Kota Bandarlampung, tengah memeriksa gorong-gorong yang mampet di jalan tersebut, di Bandarlampung, Jumat (Antara Lampung/Dian Hadiyatna)

Di bagian tengah drainase ini ada penyumbatan sampah, jadi ketika hujan deras air ya meluap dan turun ke pemukiman warga. Kemarin pas hujan airnya juga sampa sebetis orang dewasa
Bandarlampung (ANTARA) -
Warga Jalan Basuki Rahmad, Gang H Nurdin, Kelurahan Gedong Pakuon, Kecamatan Telukbetung Selatan (TBS), Kota Bandarlampung, mengeluhkan gorong-gorong yang mampet di jalan tersebut, di Bandarlampung, Jumat.

Menurut Yuli (38) warga setempat, mengatakan bahwa gorong-gorong yang tertutup sepanjang 20 meter tersebut sering meluap saat terjadi hujan deras yang mengakibatkan banjir di wilayah setempat.

"Di bagian tengah drainase ini ada penyumbatan sampah, jadi ketika hujan deras air ya meluap dan turun ke pemukiman warga. Kemarin pas hujan airnya juga sampa sebetis orang dewasa," ujarnya menambahkan.

Sementara itu Lurah Gedong Pakuon Musa Saleh mengatakan, sudah menanggapi keluhan warganya dengan telah menyampaikan secara lisan kepada Bandan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bandarlampung.

"Secara lisan sudah disampaikan kepada pihak BPBD untuk dilakukan pengerukan, nanti surat resminya menyusul," kata dia.

Ia mengatakan bahwa drainase tersebut sudah pernah dikeruk oleh warga, namun mereka kesulitan karena penyumbatan berada ditengah-tengah dan tertutup jalan beton serta keterbatasan alat.

Lurah Gedong Pakuon tersebut berharap, keluhan masyarakat ini cepat direspon untuk menghindari banjir kembali terjadi, mengingat cuaca ekstrem yang tidak bisa diprediksi.

"Di sana (Gg Nurdin, red), juga terdapat tempat pemungutan suara (TPS), jadi harapan saya dan masyarakat sebelum pemilu sudah dikerjakan, takutnya pas pemilu terjadi hujan dan banjir," tambahnya.
 
Pewarta :
Editor: Agus Wira Sukarta
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar