China Desak AS Hentikan Provokasi Di Laut China Selatan

id Laut China Selatan, kapal perang AS di Laut China Selatan, AS

Dokumentasi/Untuk meningkatkan kemampuan manuver pertempurannya, militer China melakukan latihan melibatkan pengebom H-6K di lautan terbuka. Pengebom H-6K adalah generasi versi H-6, suatu pesawat pengebom yang dirancang untuk serangan jarak jauh atau patroli udara dalam skala luas. (en.people.cn)

Beijing (Antaranews Lampung) - Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Lu Kang mengatakan aksi kapal AS itu telah melanggar hukum China serta hukum internasional, dan China telah mengajukan fakta-fakta serius.
         
"Kami mendesak Amerika Serikat untuk segera menghentikan provokasi seperti ini," kata Lu, demikian laporan Reuters yang disiarkan Antara, Selasa.
         
Ia menambahkan bahwa China telah mengirimkan kapal-kapal serta pesawat militernya untuk melakukan identifikasi serta memperingatkan kapal tersebut.
         
Ketika menjawab pertanyaan, Lu mengatakan menyelesaikan masalah akan memberikan keuntungan bagi kedua negara dan dunia.
         
"Kedua pihak memiliki tanggung jawab untuk menciptakan situasi positif yang diperlukan untuk ini," ujarnya.
         
China mengklaim hampir seluruh wilayah strategis Laut China Selatan dan kerap mengecam Amerika Serikat serta sekutu-sekutunya soal kebebasan pelayaran angkatan laut di dekat pulau-pulau yang dikuasai China.
         
China dan Amerika Serikat sebelumnya berkali-kali saling mengeluarkan pernyataan keras soal langkah Beijing, yang dikatakan Washington sebagai militerisasi Laut China Selatan dengan membangun instalasi militer di pulau-pulau buatan dan batu karang.
         
China mempertahankan alasan pembangunan itu sebagai kebutuhan untuk membela diri. China mengatakan justru Washington yang menimbulkan peningkatan ketegangan di kawasan itu dengan mengirimkan kapal-kapal perangnya serta rencana-rencana militer ke dekat pulau-pulau yang diklaim Beijing.
Pewarta :
Editor: Hisar Sitanggang
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar