Tutup pabrik di AS, bukan di China, Trump ancam General Motors

id GM, General Motors, Trump, AS

Mobil produksi General Motors (Antaranewa Lampung/Hisar Sitanggang)

Washington (Antaranews Lampung) - Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Selasa, mengancam akan menghapuskan semua subsidi bagi General Motors Co (GM) sebagai pembalasan atas rencana perusahaan pembuat mobil itu mengurangi tenaga kerja dan pabrik di AS.
         
Trump juga mengecam GM karena tidak menutup pabrik di Meksiko atau China.  
    
"AS sudah menyelamatkan General Motors, dan ini adalah ungkapan TERIMA KASIH yang kita dapatkan! Kami sekarang sedang mempertimbangkan untuk menghapuskan semua subsidi @GM, termasuk ... untuk mobil-mobil elektrik," kata Trump di Twitter.
         
Trump tidak menjelaskan subsidi yang dimaksudnya.
         
Berdasarkan aturan hukum federal, kendaraan elektrik GM bisa mendapatkan pengurangan pajak sebesar 7.500 dolar AS (sekitar Rp108,9 juta). Namun, tidak ada kejelasan soal bagaimana pemerintah akan menghapus keringanan tersebut atau apakah Trump punya rencana soal subsidi-subsidi lainnya.
         
Trump pada Selasa meningkatkan serangannya atas rencana GM untuk mengurangi 15.000 karyawan dan menghentikan operasi di lima pabriknya di Amerika Utara, termasuk empat di Amerika Serikat. Salah satu di antaranya adalah pabrik mobil di Ohio timurlaut, negara bagian yang akan sangat menentukan kemenangan pada kampanye presiden 2020.
         
Ini bukan pertama kalinya Trump mengeluarkan ancaman terhadap perusahaan Amerika Serikat.
         
Pada Juni, presiden asal Partai Republik itu mengancam akan mengenakan pajak lebih tinggi terhadap Harley Davidson setelah perusahaan pembuat sepeda motor itu mengumumkan akan memindahkan sejumlah kegiatan produksinya ke luar negeri.
         
Trump juga pernah mengancam akan mengambil tindakan atas Amazon.com Inc, berkali-kali mengatakan demikian pada April tanpa memberikan bukti, bahwa perusahaan perdagangan eceran daring itu tidak membayar Kantor Pos AS dengan adil. Trump menegaskan bahwa ia akan mengkaji kebijakan soal Amazon, yang dikatakannya mendapatkan keuntungan bisnis secara tidak wajar.
         
Hingga kini, ancaman-ancaman itu tidak pernah ditindaklanjuti Trump.

 
Pewarta :
Editor: Hisar Sitanggang
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar