Lampung Tengah Ditargetkan Jadi Lumbung Ternak Sumatera

id bupati mustafa panen odot

Bupati Lampung Tengah Mustafa bersama warga panen raya perdana odot di Kampung Bandarsakti Kecamatan Terusan Nunyai, Senin (4/12). (Foto: Humas Pemkab Lampung Tengah)

...Kita punya target besar di sektor peternakan. Targetnya Lampung Tengah menjadi lumbung ternak, kalau bisa se-Sumatera, kata Mustafa...
Bandarlampung  (ANTARA LAMPUNG) - Bupati Lampung Tengah Mustafa menargetkan daerah ini menjadi lumbung ternak terbesar di Sumatera sehingga harus diimbangi dengan memproduksi pakan ternak secara mandiri.

Pengembangan pakan ternak ini dilakukan dengan budidaya tanaman rumput odot di Dusun Dadimakmur, Kampung Bandarsakti Kecamatan Terusan Nunyai. Sejumlah petani dan warga diarahkan untuk menanam odot yang nutrisinya sangat baik untuk hewan ternak, katanya dalam keterangan diterima di Bandarlampung, Senin (4/12).

"Kita punya target besar di sektor peternakan. Targetnya Lampung Tengah menjadi lumbung ternak, kalau bisa se-Sumatera. Tentunya ini harus ditunjang dengan pakan yang memadai. Di sini kita mencoba membuat inovasi membuat pakan mandiri dengan memanfaatkan tanaman odot," katanya.

Menurut Mustafa yang ikut panen raya perdana odot di kampung Bandarsakti, dengan mengembangkan tanaman odot ini, diharapkan dapat memenuhi kebutuhan pakan ternak di Lampung Tengah. Nutrisi yang baik pada odot juga diharapkan semakin menunjang potensi peternakan di kampung-kampung.

?Odot adalah tanaman dari varietas rumput gajah. Ini merupakan pakan alternatif dengan nutrisi terbaik. Jika ini dikembangkan maksimal, tentunya memberikan keuntungan bagi semua pihak, baik petani, peternak maupun pemerintah. Tak hanya memenuhi kebutuhan pakan ternak lokal, mudah-mudahan bisa dipasarkan secara luas,? kata dia.

Sementara itu Ketua Gapoktan Dusun RKD Sutrisno menerangkan budidaya tanaman odot sebagai pakan ternak merupakan masih percobaan. Di Kampung Dadimakmur sudah ada tujuh hektare lahan masyarakat yang sudah ditanami odot.

Banyaknya permintaan rumput gajah super ini, kedepan petani dan masyarakat akan diarahkan untuk menanam odot. Menurutnya budidaya odot sangat menguntungkan, selain perawatan mudah, masa panen odot juga tidak lama.

Dalam 2,5 bulan odot sudah bisa dipanen. Setelah itu batang kita potong-potong 17-19 cm, per batang bisa dijual dengan harga Rp300. Permintaan per hari bisa mencapai 40 hingga 50 ton, namun karena produksi masih terbatas, permintaan belum bisa dipenuhi, karenanya kedepan kita konsen mengembangkan tanaman odot ini,? jelasnya.

Sutrisno menambahkan, budidaya odot sangatlah mudah. ?Masa tanam hanya 2,5 bulan. Perawatan mudah, penanaman pertama menggunakan pupuk organik, selanjutnya cukup urea. Satu pohon nantinya bisa menghasilkan hingga 60 tunas. Daunnya juga bisa langsung dikonsumsi ternak,? katanya.

Terkait pemasaran, menurut Sutrisno tidak perlu khawatir karena permintaan sangat tinggi. Sejauh ini odot sudah dipasarkan di sejumlah kabupaten yakni Lampung Utara, Lampung Selatan, Pringsewu, Pesisir Barat, dan Mesuji. Permintaan mencakup petani perseorangan, kelompok tani dan perusahaan.

Dengan program one zona one product, ia berharap semakin meningkatkan potensi peternakan di Lampung Tengah, serta meningkatkan perekonomian pembudidaya rumput odot.

"Sejauh ini odot masih belum terlalu familiar di kalangan petani. Dengan adanya dukungan dari bupati, saya harap semakin banyak petani yang beralih menanam rumput odot," kata dia.

(ANTARA)
 
Pewarta :
Editor: Budisantoso Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar