Sekuel "An Inconvenient Truth" ingatkan bahwa Bumi sudah krisis

id An Inconvenient Ttruth, pemanasan global

An Inconvenient Truth (participantmedia.com)

Jakarta (Antara Lampung) - Berkaca dari keputusan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang mundur dari Kesepakatan Paris, film "An Inconvenient Sequel: Truth to Power" mencoba meyakinkan akar rumput untuk menjadi pahlawan baru pengendali perubahan iklim.
         
Pembina Climate Reality Indonesia Kartini Sjahrir sebelum screening film "An Inconvenient Sequel: Truth to Power" di Jakarta, Senin malam, mengatakan film pertama di 2006 berisi dokumentasi yang meyakinkan Bumi menghadapi krisis perubahan iklim.
         
"Kali ini (film) datang dengan solusi. Mudah-mudahan setelah nonton film semua punya solusi untuk berbuat, sesuai dengan kesepakatan kita di Kesepakatan Paris," ujar Kartini.
         
Acara nonton bareng yang digelar The Climate Reality Project Indonesia dengan menggandeng Paramont Picture ini, menurut dia, menjadi kesempatan berharga untuk membantu meningkatkan kesadaran dan mempercepat solusi global terhadap krisis iklim dengan melakukan aksi yang dibutuhkan di setiap lapisan masyarakat.
         
Sementara itu, Manager The Climate Reality Project Indonesia Amanda Katili Niode mengatakan pemutaran film ini merupakan momen unik untuk mengumpulkan tekan dan jaringan, serta meminta mereka untuk membantu meyakinkan semua kalangan bahwa krisis iklim adalah isu yang harus diperhatikan saat ini dan masa mendatang.
         
Karena itu pula, ia mengatakan The Climate Reality Project Indonesia menghimbau BUMN dan sektor swasta ikut menggelar pemutaran film yang digagas mantan Wakil Presiden Amerika Serikat Al Gore ini untuk karyawannya, relasi, mahasiswa di berbagai kota di Indonesia. Selain juga membagikan buku dengan judul yang sama untuk pemangku kepentingan, terutama perpustakaan berbagai universitas di seluruh Indonesia.
         
Pada film "An Inconvenient Truth" produksi  2006, Al Gore berhasil meyakinkan masyarakat global bahwa pemanasan globa nyatal dan penyebab utamanya adalah manusia, Di film sekuelnya yang akan diputar di beberapa bioskop pada 25 Agustus 2017, Al Gore berupaya membangkitkan semangat mulai dari akar rumput hingga sektor swasta untuk berperan langsung mengendalikan perubahan iklim, terutama mendorong revolusi energi.
         
Acara pemutaran perdana film "An Inconvenient Sequel: Truth of Power" di Epicentrum XXI dihadiri berbagai pemangku kepentingan terkait lingkungan dan perubahan iklim, mulai dari pejabat pemerintahan, NGO, jurnalis, aktivis, komunitas film, ilmuwan, hingga mahasiswa.

ANTARA

 
Pewarta :
Editor: Hisar Sitanggang
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar