Gyproc Siapkan Produk Untuk Bangunan di Iklim Tropis

id gyproc siapkan produk untuk iklim tropis, gyproc indonesia, pt sgcpi, hantarman budiono, managing director pt sgcpi,

Managing Director PT SGCPI Hantarman Budiono berfoto disamping salah satu gypsum produk gyproc yang mampu menahan beban berat (FOTO : Ist)

...Produk-produk gypsum tersebut dinilai sangat cocok untuk hunian di Indonesia yang beriklim tropis basah dengan tingkat curah hujan yang cukup tinggi dengan tingkat kelembapan yang juga tinggi...
Bandarlampung (ANTARA Lampung) - Faktor lingkungan dan iklim sekitar adalah dua hal yang perlu diperhatikan jika ingin membangun sebuah hunian, karena keduanya terkait erat dengan kenyamanan penghuni serta ketahanan fisik bangunan untuk jangka panjang.

Oleh karena itu untuk menghadapi iklim di Indonesia, PT Saint-Gobain Construction Products Indonesia (SGCPI) melalui Gyproc Indonesia memperkenalkan produk papan gypsum revolusioner, antara lain Habitoâ„¢ yang lebih tahan terhadap benturan dibandingkan dinding gypsum biasa dan mampu menahan beban hingga 30 kg per titik pemasangan.

Selain itu ada pula Glasroc H, papan gypsum yang tahan terhadap paparan air dan tahan jamur, serta dapat langsung dipasangi keramik ataupun lainnya tanpa perlu di waterproofing, serta XRoc, papan gypsum yang tahan terhadap radiasi sinar X-ray.

Produk-produk gypsum tersebut dinilai sangat cocok untuk hunian di Indonesia yang beriklim tropis basah dengan tingkat curah hujan yang cukup tinggi dengan tingkat kelembapan yang juga tinggi.

Managing Director PT Saint-Gobain Construction Products Indonesia (SGCPI), Hantarman Budiono, dalam rilisnya, Selasa (15/8) mengatakan,  tim riset Gyproc terus berkomitmen untuk memberikan solusi dan inovasi bagi para konsumennya. Termasuk dalam hal ini memenuhi kebutuhan para konsumen yang tinggal di daerah beriklim tropis seperti di Indonesia.

Bahan bangunan yang tidak menghisap air, kuat, tidak mudah ditumbuhi jamur dan lumut, fleksibel, dan tahan guncangan ekstrim adalah material yang tepat untuk diaplikasikan di rumah yang ada di daerah beriklim tropis.

"Salah satu bahan bangunan yang cocok untuk iklim tropis dan dapat memenuhi kriteria tersebut adalah gypsum Gyproc," katanya.

Inovasi Gyproc kali ini merupakan revolusi dalam sejarah bahan bangunan dinding, yang mampu memberikan kenyamanan, kemudahan, dan tambahan performa drywall yang tidak dapat diberikan oleh dinding konvensional, kata Hantarman.

Habito, Glasroc H dan XRoc merupakan gypsum inovatif dari Gyproc. Dengan inovasi ini, para pengguna akan mendapatkan berbagai keuntungan dari produk yang berkualitas.

Habito, Glasroc H dan XRoc antara lain mudah untuk diaplikasikan dan dua kali lebih cepat saat dipasang dibandingkan dengan dinding konvensional, dan 30 persen lebih ringan daripada kebanyakan cement boards, mudah dibentuk dan dipotong, mudah diperbaiki apabila ada sisi yang rusak dan ingin diganti, serta konstruksinya lebih ringan dan lebih cepat daripada dinding konvensional.

Selain itu, produk ini juga ramah lingkungan.  "Habito, Glasroc H, dan XRoc ramah lingkungan karena dapat didaur ulang 100 persen serta menghemat penggunaan air dan energi dalam pengaplikasiannya." kata Marketing Director PT SGCPI, Won Siew Yee menambahkan.

Habito didesain agar menjadi dinding yang kuat  untuk menahan beban dari barang-barang yang ingin dipajang. Per titik sekrup mampu menahan beban hingga 30 kg, sehingga tidak perlu khawatir apabila ingin memasang benda yang berat di dinding Habito.  Pemasangannya pun mudah dan tidak merusak dinding.

Sedangkan Glasroc H didesain agar menjadi sistem waterproof dan mampu untuk menjadi "tile backing" yang kuat untuk dasar bagi keramik, sehingga sangat cocok bila diaplikasikan pada dinding ruangan yang rentan lembab seperti kamar mandi dan dapur.

Gyproc juga berinovasi untuk kebutuhan gedung komersial, salah satunya dengan menyediakan XRoc bagi ruangan yang terkena radiasi X-Ray seperti di rumah sakit dan lembaga kesehatan lainnya.

PT SGCPI merupakan anak usaha dari Saint-Gobain, perusahaan global asal Perancis yang bergerak di bidang produksi material bangunan. Perusahaan ini selama 2016 meraih penjualan senilai Rp560,1 triliun dan beroperasi di 67 negara dan mempekerjakan 170 ribu karyawan di seluruh dunia. (Rls/Ant)
Editor: Edy Supriyadi
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar