Ayo Dukung Hari Dongeng Nasional

id Hari Dongeng Nasional, Ayo Dukung Hari Dongeng

Ayo Dukung Hari Dongeng Nasional

Ivan Bonang (baju merah) (foto/dok pribadi.fb)

usia dini merupakan sebuah fase yang sangat menentukan bagaimana anak-anak akan tumbuh dan berkembang..."
Bandarlampung (ANTARA Lampung) - Komunitas Dongeng Dakocan Lampung mengajak warga daerah ini untuk mendukung deklarasi Hari Dongeng Nasional yang akan dilaksanakan di Gedung A Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia pada Sabtu (28/11), pukul 10.00 WIB, oleh Forum Dongeng Nasional.

Direktur Komunitas Dongeng Dakocan, Ivan Sumantri Bonang, di Bandarlampung, Jumat, menyampaikan bahwa bersamaan dengan deklarasi Hari Dongeng itu secara serentak di setiap daerah di seluruh Indonesia, dilakukan kegiatan mendongeng.

Komunitas Dongeng Dakocan, guru-guru, orang tua, dan pemerhati anak di Lampung juga akan mementaskan dongeng sebagai bentuk dukungan deklarasi tersebut.

Dokumentasi dari kegiatan dongeng dikirim lewat sosial media dengan tagar #HariDongengNasional, untuk dirangkai sebagai dukungan atas deklarasi itu, katanya lagi.

Rencananya Komunitas Dongeng Dakocan akan mementaskan sebuah dongeng yang akan dilakukan di TK Fitra Insani 2, Jalan Hayam Wuruk, Gang Sentosa, Kedamaian di Bandarlampung.

Komunitas Dongeng Dakocan akan mementaskan "Si Rubah Ingin Berubah".

Pada dongeng ini diceritakan Rubah memiliki sifat yang egois. Jika temannya punya mainan, Rubah selalu memaksa meminjam. Tapi dia tidak mau main bareng. Karena perbuatan tersebut selalu terulang, teman-teman Rubah pun perlahan menghindarinya. Rubah pun menjadi sendirian dan merasa bersalah.

Menurut Ivan Sumantri Bonang, inti dari dongeng itu adalah memberikan pengertian kepada anak-anak bahwa jika berteman tidak bisa egois. "Harus merasa senang sama-sama, sedih sama-sama," kata Ivan lagi.

Dukungan untuk deklarasi Hari Dongeng Nasional ini, ujar Ivan, akan dilakukan serentak di seluruh Indonesia pada 28 November. Pemilihan tanggal 28 November ini, juga bertepatan dengan hari lahir Pak Raden (Drs Suyadi)--"Bapak Dongeng Indonesia" yang belum lama ini meninggal dunia--sebagai bentuk penghormatan kepadanya.

Ia pun berharap, semua pihak bisa mendukung deklarasi Hari Dongeng Nasional tersebut.

Ivan menambahkan, sejumlah kegiatan yang bisa dilakukan pada 28 November untuk menunjukkan dukungan tersebut, yakni mendongeng di kelas bersama anak-anak bagi guru PAUD/TK, kemudian memotretnya dan diunggah ke media sosial dengan diberi tagar #HariDongengNasional.

"Bagi keluarga yang ingin turut serta dipersilakan mengikuti cara yang sama," kata dia pula.

Terkait dongeng sebagai media pendidikan, Ivan menjelaskan, di dalam dongeng ada banyak pesan yang bisa disampaikan kepada anak-anak dengan cara yang menyenangkan.

Kemasan pementasan dongeng yang baik, ujarnya menambahkan, akan membuat anak-anak tertarik dan dengan sendirinya menyerap pesan kebaikan yang disampaikan.

Dunia anak merupakan dunia yang sangat menakjubkan, seperti tidak ada ruang dan waktu dalam keseharian mereka. Lepas dan bebas dalam kepolosannya, katanya lagi.

"Inilah yang menjadi tanggung jawab kita, sebagai orang dewasa untuk menuntun mereka menuju sebuah jalan panjang yang menanti mereka di depan sana dengan langkah yang baik dan menyenangkan," ujarnya.

Menurut Ivan, usia dini merupakan sebuah fase yang sangat menentukan bagaimana anak-anak akan tumbuh dan berkembang.

Dalam usia dini ini pulalah, anak-anak mengenal segala macam hal yang baru, akan dengan begitu saja terserap dalam ingatan mereka.

"Dan lagi-lagi, adalah tanggung jawab kita sebagai orang dewasa, sebagai guru, pendidik, serta orang tua untuk menjaga, mengasuh, dan mendidik mereka," kata Ivan lagi.
Editor : Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar