Selasa, 26 September 2017

Sirene meraung-raung dan warga Jepang berebutan tinggalkan rumah

id Korea Utara, rudal, nuklir, penembakan misil
Sirene meraung-raung dan warga Jepang berebutan tinggalkan rumah
Gambar TV di jalanan menunjukkan berita peluncuran rudak Korea Utara yang melintasi wilayah Jepang (29/08/17). (Mainichi)
Tokyo (Antara/Reuters) -  Di banyak kota di wilayah utara, sirene meraung-raung dan pengeras suara mendesak warga untuk mengambil tindakan pencegahan, membuat beberapa orang berebut meninggalkan rumah mereka, sementara yang lain mengaku mereka tidak tahu apa yang harus mereka lakukan.
        
Laporan Reuters yang diterima Antara, Selasa (29/8), beberapa orang masih tinggal di perumahan sementara setelah gempa dan tsunami pada bulan Maret 2011, mengatakan di media sosial, "Apa maksudnya, bangunan kokoh? Kami tidak memilikinya."
   
Pejabat lokal bergegas ke kantor mereka beberapa jam lebih awal saat kereta api di wilayah tersebut, termasuk kereta peluru dari Tokyo ke wilayah utara, dihentikan sebentar.
        
"Kami merasa putus asa mengetahui tidak ada yang bisa kami lakukan bahkan saat sebuah misil melewati langit Jepang," ujar Hiroaki Kumasaka, 38, pekerja di sebuah perusahaan penerbitan dan berada di Stasiun Tokyo untuk melakukan perjalanan bisnis ke wilayah utara.
        
"Saya mengirim pesan kepada keluarga saya dengan mengatakan 'Jepang tidak lagi aman,' dan orang asing yang berdiri di sebelah saya berbagi perasaan yang sama dengan saya," ujarnya.
        
Dalam beberapa pekan terakhir, Korut telah meluncurkan serangkaian misil ke Jepang, namun sebagian besar jatuh ke Laut Jepang di sebelah barat negara tersebut.
        
Ancaman yang berkembang telah mendorong beberapa kota pesisir di pulau utama Honshu di Jepang untuk mengadakan latihan misil. Hokkaido, pulau berpenduduk 5,5 juta yang dikenal dengan resor ski, makanan laut, bir dan kentangnya, merencanakan apa yang terlihat sebagai latihan militer pertama pada Jumat.
        
Pukul 6.12 waktu setempat, sekitar 14 menit setelah diluncurkan di dekat ibukota Pyongyang, Korut, misil terjatuh di Laut Pasifik sekitar 1.180 kilometer di sebelah timur Tanjung Erimo di Hokkaido.
        
Peringatan dari Badan Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana yang mengatakan misil telah melewati Hokkaido, dikirim dua menit kemudian.
        
Andrew Kaz, seorang warga negara AS berusia 24 tahun yang bekerja sebagai asisten guru bahasa di kota Kushiro, Hokkaido timur, mengatakan dirinya khawatir dengan potensi respon dari Jepang dan AS.
        
"Sebelumnya saya telah mengetahui ini akan terjadi, tapi saya merasa peluncuran misil ini sepele dan tanpa kendali," katanya.
        
"Segalanya tampak seperti bisnis seperti biasanya, tapi Anda dapat mengatakannya bahwa orang-orang sedang terguncang," ujarnya mengomentari kejadian hari ini. 

Antara/Reuters
Devi/M Anthoni




Editor: Hisar Sitanggang

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga

Generated in 0.0083 seconds memory usage: 0.46 MB