Kamis, 17 Agustus 2017

Produksi teri asin Pulau Pasaran anjlok

id Ikan teri, Pulau Pasaran
Produksi teri asin Pulau Pasaran anjlok
File/Para buruh harian di Pulau Pasaran Bandarlampung sedang menyortir ikan pada Senin (13/2). (ANTARA LAMPUNG/Hisar Sitanggang)
Bandarlampung (Antara Lampung)- Produksi teri asin di Pulau Pasaran Kota Bandarlampung masih anjlok dan sebagian besar perajin untuk sementara tidak lagi memproduksi ikan asin.


"Produksi ikan teri Lampung lagi anjlok, paling ada dari pesisir Kabupaten Tanggamus. Tapi di Pulau Jawa, produksi ikan teri justru dilaporkan lagi banyak," kata salah satu perajin ikan teri asin, Sarnoto, di Pulau Pasaran Bandarlampung, Kamis.


Ia menyebutkan anjloknya produksi teri asin disebabkan terbatasnya tangkapan bagan-bagan yang bertebaran, di perairan Teluk Lampung, seperti di kawasan Legundi, Kiluan dan Sebesi yang lokasinya tidak jauh dari Gunung Anak Krakatau.


Selain faktor cuaca, penyebabnya anjloknya tangkapan ikan teri diduga terkait dengan pencemaran laut, serta menjamurnya tambak udang di pesisir pantai Lampung.


Sehubungan itu, banyak perajin yang memilih tidak berproduksi sampai pulihnya pasokan ikan segar.


Ia menyebutkan harga ikan asin di Pulau Pasaran melambung, karena hanya sedikit yang memproduksi ikan asin.


Dalam kondisi normal, harga ikan teri jengki Rp35.000/kg, dan teri nasi berkisar Rp60.000- Rp65.000/kg.


Anjloknya produksi ikan teri asin juga berdampak terhadap penghasilan ratusan orang buruh yang setiap harisnya bekerja sebagai penyortir ikan teri asin di Pulau Pasaran.


Berdasarkan pantauan, hanya beberapa orang yang masih bekerja, sementara kondisi Pulau Pasaran terlihat "lengang".


Pulau Pasaran luasnya sekitar 12 ha,dan disesaki rumah-rumah pengrajin ikan asin, sementara pantai pesisirnya dipenuhi kapal-kapal nelayan dan keramba.


Aktivitas penduduk Pulau Pasaran setiap harinya selalu berkaitan dengan produksi ikan asin, kecuali jika berhenti berproduksi maka mereka bekerja serabutan, seperti buruh dan awak angkutan umum.


Dalam kondisi normal, para pengrajin mampu memproduksi ikan teri asin berkisar 20--30 ton per hari yang umumnya dipasarkan ke Jabotabek, Bandung, dan daerah lainnya di Sumatra, seperti Medan, Sumut.

J
ika produksi anjlok seperti sekarang, Pulau Pasaran hanya mampu menghasilkan ikan teri asin kurang dari satu ton sehari.

ANTARA

Editor: Hisar Sitanggang

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga

Generated in 0.008 seconds memory usage: 0.35 MB